Rabu, 20 Mei 2020

REAKSIONER NEGARA INDONESIA TERHADAP MASALAH PERTANIAN

Oleh: Agung Prasetyo

Pertanian dapat Kita artikan sebagai suatu kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri atau sumber energi dalam mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami sejumlah orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam serta penggemukan hewan ternak.



Sebagian besar penduduk dunia bermata pencaharian dibidang lingkup pertanian, namun pertanian hanya menyumbang 4% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dunia. Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan, karena sektor - sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukan berbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data badan pusat statistik (BPS) tahun 2002, bidang pertanian di Indonesia menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 44,3% penduduk meskipun hanya menyumbang sekitar 17,3% dari total PDB. Pada tahun 2020 usia 15 tahun ke atas lapangan kerja yang terbanyak adalah sektor pertanian Dan perkebunan (Badan pusat statistik). Ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian menjadi penyokong masyarakat untuk memwnuhi kebutuhan hidupnya.

Sebagai pelaku utama dalam pembangunan pertanian Indonesia, Petani memiliki peran penting untuk menghasilkan produk pertanian, baik untuk keperluan bahan pangan maupun industri.
Program dan kebijakan pembangunan pertanian yang dijalankan pemerintah saat ini mampu mendongkrak dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Terbukti dalam kurun waktu empat tahun terakhir, Produk Domestik Bruto (PDB) pada sektor pertanian memang terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Selama periode 2013-2017, akumulasi tambahan nilai PDB Sektor pertanian yang mampu dihasilkan mencapai Rp 1.375 Triliun atau naik 47 %. Bahkan tercatat pada tahun 2018 nilai PDB meningkat tajam mencapai Rp 395,7 triliun dibandingkan Triwulan III tahun lalu yang hanya Rp 375,8 triliun (Badan pusat statistik).

Selain tumbuh positif, peran sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi nasional juga semakin penting dan strategis, hal ini terlihat dari kontribusinya yang semakin meningkat. Pada tahun 2014, Sektor Pertanian (termasuk kehutanan dan perikanan) berkontribusi sekitar 13,14 % terhadap ekonomi nasional dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 13,53 %.

Berbagai hal krusial yang dihadapi oleh petani, khususnya pengembangan komoditas unggul serta penataan lahan, menjadi masalah dasar pembangunan pada aspek pertanian. Berikut adalah berbagai masalah petani Indonesia yang perlu diperhatikan. Pertama, permodalan yang kerap membuat petani putus asa dalam mengelola lahan pertanian mereka, biaya pupuk dan saprodi yang begitu besar membuat sebagian petani seakan pasrah akan perawatan yang tidak maksimal, belum lagi ketika hasil pertanian yang sedikit akibat perubahan iklim dan serangan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) yang menyerang tanaman petani. Kedua, permainan tengkulak yang memnfaatkan harga murah Demi kepentintan profit mereka. Masalah selanjutnya adalah masalah lahan yang kurang subur sehingga proses budidaya tidak berjalan dengan baik dan berdampak pada hasil panen petani, lahan yang kurang subur juga mebutuhkan pupuk yang lebih besar karena jika Kita mengharapkan unsur hara tanah maka tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik.

Begitu banyak masalah dalam pertanian Hal ini mebutuhkan perhatikan khusus dari pemerintah atau pihak yang terkait, karena pertanian sebagai penyokong berdirinya suatu negara dalam kebutuhan ekonomi. Belum lagi masalah politik global pertanian dewasa ini yang semakin membuat negara resah dengan komoditas yang di komersilkan. bagaimana tidak, perang dagang sudah terjadi saat ini, negara-negara besar telah melihat bagaimana memanfaatkan negara-negara kecil dalam kebutuhan industri dan ladang korporasi kapitalis dalam meraut keuntungan yang besar.

Masalah yang sering muncul di media dan kerap di bahas oleh kelompok akademisi dalam hal ini mahasiswa dan dosen adalah penolakan Uni Eropa terhadap komoditi sawit indonesia, Hal itu terjadi secara tiba-tiba dan perlu Kita ketahui bahwa komoditi sawit adalah komoditi ekspor yang menyumbang devisa terbesar bagi negara Indonesia. lantas bagaimana nasib petani sawit jika komoditas yang di budidayakannya mengalami masalah atas perdagangan global, apakah ada maksud yang lain menganai rencana penolakan ini. Bukan hanya Indonesia saja yang merasakan dampak ini namun negara tetangga Indonesia seperti Malaysia ikut merasakan dampak penolakan ekspor sawit, alasan uni eropa berkedok di bawah isu perubahan iklim dan isu lingkungan. Namun, Indonesia membuat suatu perencanaan yang sangat seksi dengan melirik biji Nikel sebagai kebutuhan industri Eropa dengan melakukan stop ekspor biji nikel, bisa di katakan perang dagang telah terjadi antara Indonesia dan uni eropa.

Efisiensi penggunaan lahan pada Produksi kelapa sawit di buktikan Indonesia dengan 9 Kali lebih efisien di banding komoditas lain, walaupun begitu salah satu alasan uni eropa menolak kelapa sawit Indonesia adalah lingkungan, yaitu dogorestasi atau pembukaan lahan baru yang dapat mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman hayati dan satwa, namun ketika Kita menganilis bahwa ketika kebutuhan minyak nabati besar maka kelapa sawitlah yang paling membutuhkan lahan yang sedikit dibanding bunga matahari, Luas areal 4 lahan penghasil minyak nabati utama dunia (Kelapa Sawit, Kedelai, Bunga matahari dan Rapeseed) pada tahun 2016 adalah sekitar 200,5 juta Ha dari luasan tersebut, 61% (212 Ha) adalah areal kebun kedelai, Sedangkan luas areal perkebunan kelapa sawit hanya 10%.

Usai cerita menganai masalah kelapa sawit Indonesia mengeluarkan aturan pelarangan ekspor biji nikel dan mineral ke luar negeri. Pelarangan ekspor mineral mentah ini, mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 11 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara. seakan ini adalah balasan atas kebijakan uni eropa terhadap komoditas sawit sehingga mereka bereaksi dan ingin menggugat Indonesia ke Badan perdagangan dunia world trade organizazion (WTO).

Industri eropa merasakan dampak pelarangan ekspor biji nikel sebab eropa mempunyai industri baja yang cukup besar dan nikel sebagai bahan campuran utama Karena ketika mengkombinasikan nikel besi dan krom maka akan menghasilakan besi anti karat(stenless stell) biasanya di buat untuk alat-alat dapur dan peralatan penting lainnya. Ini menjadi masalah dagang anatara Indonesia dan uni eropa Karena masing-masing negara telah membuat kebijakan mengenai perdagangan internasional yang dalam peraturannya negara membuktikan keagungan dan ambisinya dalam melawan negara tandingannya dan sumber masalah dalam kontrak komoditas pertaniannya.

Jumat, 08 Mei 2020

Redupnya Lampu Pergerakan Milenial

Kebangkitan milenial menjadi suatu tanda berakhirnya kekolotan dan cara hidup Primitif, dua kepribadian ini tak henti saling mendiktekan sikap, cara pandang, kebiasaan serta capaian-capaian kesempurnaan hidup. Perbedaan cara berproses Milenial dan Old Milenial cukup besar. Jika yang satu lebih suka kerja keras yang melelahkan demi sebuah hasil, yang lainnya lebih memilih efektivitas & efisiensi.



Revolusi tehnologi 4.0 telah mereset berbagai cara kerja tatanan hidup manusia, tapi benarkah Transformasi gerak Milenial ini juga mampu bersinergi dalam menjawab berbagai Tuntutan dan kebutuhan sosial?

Dunia berevolusi silih berganti bukan tanpa alasan, Sejak Auman Kebebasan dikumandangkan, manusia merasa memiliki wewenang untuk "mau" atau "tidak" terlibat dalam mencari & menyusun nilai-nilai kehidupan bersama. hukum alam selalu menjadi rujukan atas kehendak antara kepatuhan dan pertentangan, namun layakkah jika kepentingan sebebas-bebasnya diterapkan pada ketergantungan kita antar sesama? dimanakah proses dan nilai itu harus ditempatkan?

Mengatur kualitas hidup bukan lagi sekedar basa-basi pada ruang-ruang diskusi, tapi dituntut untuk diperjuangkan secara bersama-sama demi kemaslahatan umum. Tapi konsep pemikirannya selalu berbeda pada kelas-kelas masyarakat Bijaksana, Intelektual dan Awam. Selisih ketiga konsep tersebut juga tergantung pada perubahan taraf kesejahteraan hidup dan keyakinan manusia.

Percayakah anda, bahwa Zaman digitalisasi telah merubah pola prilaku manusia? pekerjaan manusia pada generasi Old Milenial cenderung serba Manual dan membutuhkan kerja keras, Pendahulu kita selalu mengedepankan prinsip Moral pada prosesnya. sedangkan Zaman Now lebih cenderung Pragmatisme/praktis, mementingkan hasil dan gaya hidup. Inilah yang tidak diteruskan oleh peradaban, sehingga yang nampak pada layar sosmed dominan Materialistik, Pamer kepemilikan & kekuasaan.

Lantas apa yang Salah?
Perbandingan hidup selalu memicu lebih banyak Interaksi atas ujaran kebencian, dari pada mengambilnya sebagai motifasi tuk berusaha. Hukum kehidupan banyak merubah budaya dan asas kepentingan umum, moral dilupakan begitu saja ketika tuntutan perut dan gaya hidup semakin berat di era modern ini, sehingga perbandingan dijadikan landasan untuk menekan orang lain, kerabat atau orang terdekatnya untuk berusaha tanpa mempertimbangkan tahap perkembangannya. terlebih atas dorongan melalui falitas tehnologi yang belum ditopang mapan oleh tanggung jawab Moral.
disilah stigma Pendidikan yang selalu dianggap sebagai batu loncatan dalam mencari kesejahteraan.

Seseorang bisa menilai apapun pada diri orang lain dan mendikte siapapun untuk jadi apapun, namun Pantaskah jika Kita membuat seseorang terburu-buru berproses sesuai waktu kita?
Bukankah proses masih terus berjalan!
Alasan dan tujuan gerak pikiran serta tindakan kita membutuhkan kematangan pada standar logika, etika, agama dan sikap Realistis sesuai hukum sosial yang disepakati sebagai tahap menjalankan kedaulatan Individual, sebap siapapun hanya ditempa sesuai perkembangan zaman dan lingkunganya. Persoalan cara hidup, bukan perbandingan antara Milenial Old (orang tua) dan Kids Zaman Now (anak), tapi nilai yang mandek diantara keberlangsungan keduanya.

Sejarah adalah referensi yang konkrit menjabarkan berbagai peran pemuda dalam mengawal peradaban, karna Pendidikan selalu dituntut untuk menyiapkan seseorang/anak didik untuk mampu mencapai kesejahteraan baik fisik maupun psikis. Dalam rangka menciptakan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsa, pemuda dituntut dalam pengetahuan, keterampilan dan kepribadian yang kokoh. Namun, eksistensinya sebagai makhluk sosial yang intelektual dan kritis dipertanyakan, saat proses digitalisasi menyita banyak waktu. Lahirnya teknologi memang menjadi tanda sebuah kemajuan dari sudut pandang materialis, namun pemanfaatan serta proses penyerapannya terhadap kepribadian, melahirkan eksistensi yang dominan apatis dan manja, tehnologi malah sering digunakan berbagai kepentingan tak berkualitas.

Sistem pendidikan mengaku telah mencetak banyak lulusan berkualitas. Tapi angka-angka kelulusan belum sebanding dengan partisipasi kesadaran Pemuda terhadap proses perjalanan sosial. Saat Tehnologi telah salah tempat, maka siapapun akan melihat, redupnya lampu pergerakan Milenial.

Kontributor:
Muhammada Aslan
Ketua Technologi Computer Study Club
TCSC Majene

Senin, 04 Mei 2020

Geopolitik Timur Tengah: Sekarang dan Pasca Corona

Timur Tengah merupakan pusat wilayah dengan interaksi sosial paling sensitif dalam peristiwa-peristiwa penting di dunia. Dalam segi kestrategisan lokasi, politik, ekonomi, kebudayaan dan keagamaan, Wilayah yang menjadi tempat kelahiran dan pusat spritual agama besar seperti Islam, Kristen dan Yahudi itu selain sebagai pusat interaksi manusia terbanyak, dikabarkan menyimpan cadangan minyak mentah dalam jumlah besar, tak heran jika wilayah tersebut menjadi kiblat perdagangan dunia dalam menarik simpatisan dan kerjasama antar negara.

Ditinjau dari Analisis Geostrategi, Faktor geografis merupakan salah satu cakupan dalam hubungan internasional sekaligus pemandu interaksi politik antar negara. Dalam diskusi yang laksanakan oleh Alhikmah Institute makassar, Sabtu (2/5/20) lalu, oleh Dr. Dina Y. Sulaeman (Direktur ICMES Indonesia Centre of Middle East Studies), membeberkan sejumlah persoalan Timur Tengah yang sempat hilang dari fokus media massa.



Sebagai satu-satunya wilayah dengan ladang konflik terpanjang, Regional Timur Tengah dibentuk oleh peperangan dan dominasi kekuasaan negara-negara Eropa sebelum dan sesudah pasca Perang Dunia I & II. Kolonialisme, perebutan perbatasan antar wilayah, konflik Idiologi dan Mazhab dsb, disinyalir sebagai upaya memperebutkan sumber daya minyak serta dominasi investasi ekonomi melalui sains dan Tehnoligi.

Menelisik hierarki kepentingan global, Jalannya dominasi kebijakan internasional diatur oleh kerjasama kepentingan sebuah negara antar aliansinya. Namun, yang begitu menyita segenap perhatian dunia ialah penyalah gunaan Hak Veto yang diberlakukan atas negara Adidaya yang membatalkan sejumlah resolusi perdamaian, khususnya pembentukan Israel dengan mengorbankan Palestina. Cikal-bakal Deklarasi Balfour (Inggris) terhadap Yahudi, sejumlah aktor pengacau eropa, dan Campur tangan PBB melalui AS, menciptakan banyak kejahatan internasional Israel dengan mengambil hak kepemilikan tanah atas Palestina. Perang saudara di Yaman ditengah dominasi masyarakat sunni dan pemberontakan Houthi (syiah Zaidi) atas lemerintahan yang diakui internasional, mendorong pembentukan aliansi Arab dengan sokongan PBB yang mengerucutkan perselisihan Sunni & Syiah.

Kehancuran Khilafah di abad 18 memang berdampak pada perpecahan kepemimpinan islam, namun bukan berarti melemahkan perjuangan tokoh-tokoh islam dikawasan Timur Tengah. buktinya, Iran dan Suriah tetap Frontal atas gangguan AS, meski dalam memerdekakan Palestina harus membuatnya dikecam oleh sejumlah negara-negara Oposisi di Eropa. Kebijakan Anggaran Eropa hanya disetel untuk memenuhi kepentingan kekuasaan di Timur Tengah, ditambah Kekuatan politik AS yang Pro Perang, begitu nampak dari sejumlah Pangkalan militer diberbagai wilayah timur tengah. Benarkah untuk melindungi kedaulatan AS? ataukah untuk perlindungan kerja sama antar aliansinya untuk mendominasi kekuasaan global.

Sejak Who menetapkan Pandemi, negara-negara yang terlibat dalam perdagangan internasional mengalami penurunan yang signifikan, Investasi Eropa di Timur Tengah terhalang oleh stabilitas ekonomi, ketika pusat perdagangan di Arab Saudi menerapkan Lockdown pada akhir maret lalu, Aktor utama Timur Tengah tersebut mengaku, harga minyak menurun drastis. Macetnya perekonomian global, menyeret sejumlah negara berkembang untuk mengutang pada IMF dan Bank Dunia dalam memenuhi hajat hidupnya, terkhusus kelengkapan APD. Satu-satunya kekuatan ekonomi yang mungkin mampu bertahan hanyalah Cina, pasalnya semua negara membutuhkan Masker dan APD. setelah melewati fase kritisnya, Cina ialah salah satu negara yang dapat memproduksi masker dalam jumlah besar dan menjadi supplier APD di Timur Tengah. Bahkan AS sebagai pesaing utamanya pada pasar internasional, sempat membajak APD dengan membayar 3-4 kali lipat dari harga normal kepada Cina, yang selanjutnya memicu kemarahan beberapa negara di Eropa.

Kesuksesan Cina di Industri kesehatan akan sangat diperhitungkan, siapa sangka jika Negara dengan pertumbuhan Ekonomi terbesar kedua setelah AS itu dapat lebih mudah menyelinap diantara As dan kebijakan PBB di Timur Tengah atas jasa APDnya, sekaligus menutup kesimpangsiuran informasi atas Cina terkait senjata biologis yang belum dibuktikan. kemampuannya berbisnis dan investasi diberbagai lini tanpa keterlibatan konflik Ideologi, memberi peluang bagi Cina membuka poros baru ketergantungan ekonomi negara-negara global. Perubahan Rival politik Eropa di Timur Tengah dapat mereset dominasi Kebijakan Global PBB.

Saat Pandemi melemahkan banyak Aktor pengacau di Timur Tengah. Hizbullah, Iran dan Hamas justru dapat bersinergi dan
mengarahkan metode Jihad terhadap penderita covid-19 sehingga mampu memicu tingkan kesembuhan yang tinggi.

Pada dasarnya, setiap orang tidak akan terus berada dirumah, Interaksi manusia adalah proses interaksi ekonomi sekaligus penularan pandemi. Memang setiap negara memiliki cara penanganannya tersendiri. namun, meskipun dilakukan transfer kekayaan secara global, apakah dapat menjamin Pandemi akan berakhir? Pada negara rawan konflik seperti suriah & Yaman, yang lebih menakutkan dari pandemi ialah kelaparan akibat kelangkaan pangan, krisis kemanusiaan, Kehancuran infrastruktur kesehatan yang tidak mampu mendukung upaya penanganan covid, masyarakat sipil yang berada diwilayah kontrol Oposisi/musuh sehingga jauh dari berbagai bantuan dan Kamp pengungsian.
Ditengah wabah Covid, sumber keuangan menyempit, namun mesin perang tetap berjalan. Tutup Diskusi

Kontributor:
Fanny Sulistia Sulaiman
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Ilmu Hubungan Internasional study Timur Tengah
Universitas Halu Oleo

Kamis, 30 April 2020

Cacatan Tafsir Sosial Atas Covid-19 (sesi 1)

Kecenderungan subjektivitas melahirkan berbagai perspektif, menyisipkan porsi Ambiguitas atas Nalar dan empiris terhadap manusia yang satu dengan yang lainnya.

Segala yang Rasional dianggap benar, lantaran wacana yang hanya didengar tapi tak ditakar dengan apa yang harusnya dibutuhkan, apa yang harusnya diperlukan.



Malam ini (30/4/20), kajian akademisi menelisik salah satu dasar terbentuknya Tafsir Sosial. Teks begitu eksklusif dan dipersempit dengan pemahaman dogmatis oleh sekat-sekat dan kelompok, Para pengkritik menafsirkan tidak secara universal dan objektif, demikian landasan penting direktur Logos Politika (Maenunis Amin) dan peserta dialog mengurai berbagai ketegangan ekonomi, politik, Birokrasi dan Sosio-Kultur dalam Penanganan Pandemi di Sulawesi Barat.

Untuk mengerti mana yang pantas dan tidak untuk hidupmu ya Kamu sendiri. Jangan didikte secara rasional tanpa relevansi atas diri dan budaya, sebab keberagaman Kultur juga menagih kebijaksanaan terhadap sikap Pluralisme bangsa.

Mari meredam kesimpang siuran atas Keterkaitan antar teks dan kontekstual dalam menafsirkan sosial melalui pandangan linguistik dan hermeneutika.
Adm.

Kamis, 16 April 2020

Puasa Dalam Intrik Kehidupan

Lahirnya agama tidak semudah membuat forum secara legal, namun juga melibatkan peperangan, pengucilan sosial dan pertaruhan gagasan secara kompleks dalam mengatur kehidupan, hubungan, dan prilaku manusia dan semesta. Secara harfiah, landasan murni dalam beragama selalu mengajarkan kebaikan dan kemanusiaan, mengungkap banyak Jati diri dan Fitrah setiap mahluk-Nya.

Agama dalam prosesnya menempuh berbagai syarat dan hukum dalam beragama, kesamaan diantaranya ialah proses Berpuasa sebagaimana agama Islam, namun memiliki nama lain pada ajaran agama lainnya. seperti Uposatha dalam budha, berpantang/puasa oleh katolik, hindu dengan Upawasa, tilem & Purnama, yahudi dengan Ta'anit, Esther & Gedhalia, Puasa Rohani & Jasmani dari Konghucu dsb.

Dalam hal ini, setiap agama menuntut syarat berpuasa kepada penganutnya, diantara kesamaanya yakni menahan berbagai keinginan & prilaku kejahatan dalam diri, mengindar dari berbagai hal yang disukainya dan menahan berbagai aktifitas keseharian yang dianggap sebagai tahap Penyucian diri dan kesemuanya dibarengi dengan menjaga rasa Lapar dan Dahaga dengan waktu tertentu yang disyaratkan atas agamanya masing-masing.

Mengkonsumsi sesuatu yang menghasilkan energi ialah syarat Kehidupan mahluk dan kehidupan ialah simbol Keberadaan. lantas mengapa TUHAN memilih Lapar termasuk dalam proses Religiositas dan ketetapan hukum terhadap kalangan mayoritas sosial?

Secara Fisiologis puasa juga dipergunakan dalam disiplin ilmu kedokteran sebagai media pengobatan. Metode ini efektif dijalankan pasien saat hendak melakukan sebuah Oprasi/bedah terhadap tubuhnya. Fakta ilmiah tersebut mengungkap sebuah prinsip penting dalam anatomi manusia bahwa manusia dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan stamina melalui kerja Haematopoietica yang menghasilkan Sel darah putih sebagai ketahanan tubuh yang berproduksi secara sempurna jika dalam keadaan berpuasa. Lalu sebaliknya, asupan berlebih memberi banyak energi dan sumber makanan bahkan terhadap firus sekalipun untuk berkembang & melakukan Inveksi terhadap luka/organ tertentu.

Islam sendiri dalam tingkatan prosesnya memberlakukan puasa sebagai sarana Pelatihan dalam menggapai kesempurnaan akhlak, menyita berbagai proses kepekaan sosial dimana seseorang lebih mudah terharu dan jeli terhadap penderitaan kalangan kecil hingga menuntunnya untuk saling berbagi. Namun maknanya tergeser sejak proses kebudayaan yang tak dilandasi oleh pengatahuan mendominasi kalangan berada. disamping memperbanyak kegiatan ibadah, Puasa yang seharusnya dijalankan sebulan penuh, kini disekat pada batas antara sahur (subuh) hingga berbuka (magrib) dan selebihnya hanya membatasi prilaku saja. ketentuan ini tak lain hanyalah sebuah pola menggeser waktu Makan disiang hari. kebiasaan berfoya-foya tuk memuaskan nafsunya setelah seharian lapar telah memberi dampak besar terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, hal tersebut nampak jelas pada peningkatan harga sembako dan kebutuhan pangan ditempat perbelanjaan pada permulaan puasa hingga menjelang hari Raya. Permintaan yang banyak dapat mengurangi ketersediaan produksi yang secara otomatis membuat peningkatan harga yang terus merangkak hingga memberi derita terhadap kalangan miskin.

Kelahiran dan Kematian merupakan keharusan yang tak dapat ditawar, namun agama memberi dua pilihan yang membawa manusia pada jalan kehancuran dan keselamatan. Saat Jasad dipaksa & ditindas sebagaimana ketika lemahnya tubuh saat puasa, membuat rohani bangkit menuju kecerdasan & kesadaran spiritualnya, namun ketika jasad dimanja oleh pemenuhan berbagai keinginan dan nafsunya, dapat menghadirkan berbagai kenyamanan tertentu hingga rohaninya pun ikut pulas atas kenikmatan itu, lalu semua terasa seolah-olah menjadi aman-aman saja.

Kontrol TUHAN dalam agama telah meyakinkan hambanya tentang Fitrah yang berlaku sejak awal penciptaan-Nya. Kecenderungan buruk dan kelemahan yang diemban manusia mengharuskan ia sadar, belajar dan mengikuti proses atas agama yang diturunkan-Nya. Ibadah semestinya dapat melatih Jiwa, mental, serta fisik dalam sebuah seleksi selama berada di dunia dan semesta menuju dua tempat terakhir di Akhirat, sebab setiap agama pasti selalu menyerukan soal kebaikan. jika semua manusia tau kapan ia akan mati, dia takkan berhenti melakukan kebaikan hingga dunia akan terus berada pada kontrol yang dinamis.

Kontributor:

Muh. Faqih
Ketua Al-Ma'wa Pustaka

KAUM MARHAEN DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Setelah pandemi corona menyebar keseluruh penjuru dunia dan masuk kewilayah negara Indonesia, ini memberi derita bagi setiap warga negara, khususnya kaum marhaen atau biasa kita kenal masyarakat miskin kota. Setelah media memberitakan bahwa wabah corona atau covid-19 menyerang salah satu wilayah tepatnya di wuhan-china, wabah ini menyebar dengan cepat ke wilayah lain sampai ke negara-negara besar di dunia termasuk indonesia, kita tidak pernah berfikir bahwa wabah covid-19 begitu cepat masuk ke indonesia, namun sejarah dan fakta hari ini membuktikan betapa berbahanya wabah tersebut, kita dapat melihat di setiap negara yang terkena wabah tersebut telah menyususun kebijakan dalam penanganan covid-19, namun kebijakan yang banyak diterapkan di berbagai negara adalah kebijakan lockdown dan memblokir atau menutup jalur perhubunghan antar negara. hal ini juga menimbulkan malapetaka bagi sektor perdagangan internasional khusunya di bidang ekonomi. Kegiatan perdaagangan ekspor-impor terhalang dan terhenti total akibat penutupan negara dalam sektor perdagangan akibat banyaknya negara yang di rugikan wabah ini, termasuk sektor industri, Penutupan pabrik-pabrik berskala besar dan PHK massal terhadap buruh dikarenakan perusahaan tidak mendapat keuntungan dari produksi karena penutupan sektor perdagangan antara negara.

Melihat kondisi indonesia yang memprihatinkan, munculnya wabah covid-19 menimbulkan berbagai keresahan hampir di seluruh segi kehidupan manusia. Kebijakan pemerintah indonesia dengan memberlakukan masyarakat agar tetap tinggal di rumah dan melakukan pekerjaan di rumah adalah tangisan dari kaum marhaen indonesia pada umumnya. bagaimana tidak, kita melihat kaum marhaen menggantungkan hidupnya dengan bekerja sehari-hari demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, ditambah lagi dengan urusan penghasilan dan kebutuhan ekonomi lain yang juga tidak sejalan atas kebijakan Stay at home dan Lockdown. Kebijakan ini diterapkan hanya menguntungkan bagi pekerja birokrat saja walaupun mereka bekerja dirumah, masih mendapatakan gaji dari pemerintah. namun nasib marhaen berbeda dengan mereka karena bagi kaum marhaen jika tidak dapat beraktifitas di luar rumah maka mereka tidak akan mendapatkan penghasilan apapun dan membiarkan kelaparan begitu saja akan melanda mereka.

Menurut badan pusat statistik (BPS) terdapat 70,8% pekerja indonesia informal. Data ini menjelaskan bahwa beberapa pekerja indonesia tidak memiliki usaha tetap atau memiliki bangunan tetap seperti pedagang keliling, Pedagang kaki lima, tukang becak dan buruh. menurut data BPS bahwa pada tahun 2015 sekitar 37% penduduk miskin di indonesia tidak memiliki pekerjaan tetap, selain itu 47% hanya bekerja pada sektor informal seperti wiraswasta, buruh lepas ataupun pekerja bebas. kebijakan mengenai lockdown mengakibatakan pekerja informal atau kaum marhaen indonesia terancam kebutuhan ekonominya. Pedagang keliling sudah tidak berjualan lagi, pedagang kaki lima harus menutup warungnya, buruh sudah tidak mendapat pekerjaan lagi, sehingga mengakibatkan kemiskinan kepada mereka yang hanya mengadu nasib kepada pekerjaan lepas. Bukan persolan covid 19 yang akan mewabah namun persoalan kemiskinan dan kelaparan yang semakin mengancam. Kebijakan pemerintah menimbulkan dampak yang besar bagi rakyat indonesia sendiri walaupun pemerintah telah menyiapkan anggaran bagi rakyat indonesia, namun persoalan penyaluran dari anggaran tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama dan penanganannya tak dapat mengejar perluasan kelaparan dalam skala besar yang juga meningkat secara signifikan.

Pemerintah seharusnya memperhatikan kondisi rakyat terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kebijakan mengenai lockdown, karena dampak yang demikan akan terjadi dan akan lebih merasahkan masyarakat banyak. Ketika pemerintah mengkaji mengenai dampak dari kebijakan tersebut seharusnya pemerintah memilih alternatif kebijakan yang lebih efektif dan efisien agar setiap kebijakan yang diterapkan pemerintah mampu menjamin kehidupan kaum marhaen baik dari segi kesehatan, ekonomi sosial dan budaya.

Kontributor:

Agung Prasetyo
Ketua Komisariat DPK Fapertahut
Periode 2018-2019
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
GMNI Majene

Minggu, 12 April 2020

Turut Prihatin, Mahasiswa Majene Gelar Diskusi Online Penanganan Pandemi

Sejak meningkat drastisnya kasus Wabah Pandemi dihampir seluruh belahan bumi, indonesia turut menjadi sasaran terpicunya Sosial Disruption diberbagai aspek realita maupun dunia maya.
Hal ini terasa semakin berat sejak sebagian orang harus menerima Stigma negatif dari sebagian masyarakat yang lain.



Kegiatan kolektif ini diinisiasi oleh TCSC, HMI, GMNI, Serambi Wacana dan dihadiri oleh kelompok pemuda dan beberapa organisasi lokal lainnya. Dalam diskusi online tersebut pemateri yaitu Muh. Risal, S.E yang juga selaku Ketua DPD KNPI Majene, menyampaikan berbagai dampak serius atas berbagai aspek yang akan dihadapi jika Lock Down diterapkan, diantaranya ialah konflik massal, itu salah satu faktor yang juga memberatkan Gubernur Anies Rasyid Baswedan hingga ia hanya menerapkan PSBB di wilayahnya.

Diskusi yang bertema "Persuasifikasi Lock Down; Ancaman Ekonomi dan Sosial Chaos" membongkar berbagai permasalahan serius yang terjadi ditengah masyarakat sejak pandemi memaksa siapapun untuk mengisolasi diri dari dunia luar. Kegiatan yang dilaksanakan pada sabtu, (11/4/2020) ini juga menguak berbagai persoalan yang dihadapi oleh Tenaga Medis menghadapi pasien dan lingkungannya.

Beban yang mereka jalani mulai dari jadwal kerja lebih antara 10-15 jam dengan balutan perangkat APD tanpa makan, buang air dsb, membuatnya harus berpuasa dan dikabarkan diantaranya terpaksa memakai pempers selama bekerja. selain itu mereka mesti dikarantina selama 14 hari stelah masa tugas selesai. Selain mempertaruhkan nyawa, para medis cenderung mendapatkan tekanan psikis yang luar biasa dari masyarakat sekitar dan dunia maya skaligus. Dalam berbagai stigma, mereka diklaim sebagai sumber penyebaran tercepat virus corona dan dilarang pulang ke rumah dan kos/kontrakannya, bahkan beberapa kampung terlibat melakukan penolakan terhadap jenazah yang terjangkit Virus tersebut dan yang telah terkubur dibongkar paksa hingga jenazahnya dimakamkan di kompleks Rumah sakit. Keterbatasan APD cukup menggentarkan mereka apalagi setelah mendengar pengumuman Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahwa pada hari minggu, (5/4/2020), telah mencatat sebanyak 18 dokter telah meregang nyawa dalam penanganan Covid-19. Secara Psikis kagalauan ini begitu menakutkan bagi mereka yang berada di garda terdepan percepatan penanganan Covid-19. Andai mereka dapat memilih untuk tidak lagi mengobati, dapat dipastikan Indonesia akan melampaui AS, John Hopkins University melaporkan, sebanyak 2.108 orang meninggal dalam 24 jam terakhir hingga Jumat (10/4/2020) malam waktu setempat.

Para audiensi tak hanya mendengarkan materi, namun juga terlibat dalam dialog aktif sebagai tahapa resolusi yang diantaranya berupa saran agar membentuk Tim cyber penanganan berita hoax, atau paling tidak mereduksi berbagai wacana yang dapat menimbulkan reaksi terhadap tenaga medis, keluarga Korban, Pasien, dan jenazah skaligus.

Hal lain yang menjadi output diskusi ialah penggalangan bantuan dan pendampingan terhadap proses penyaluran bantuan secara cepat dan tepat. Selain itu, proses diskusi mengungkit perjalanan sejarah Psikologi moral masyarakat eropa yang cenderung apatis terhadap kemanusiaan. hal tersebut dirujuk dari beberapa referensi peperangan diwilayah eropa dan timur tengah, yang menegaskan bahwa karakter seorang dalam hal ini termasuk juga para tenaga medis selaku masyarakatnya, berpengaruh atas kematian terbesar yang terjadi di AS dan Italia. Indonesia dengan latar belakang gotong royong berdiri diatas persamaan senasib-sepenanggungan dan telah sejak dulu lahir dari rahim budaya dan keragaman moral. selama rakyat tetap turut serta dalam mendukung berbagai bentuk penanganan pandemi, maka basis dasar keutuhan tersebut memungkinkan Indonesia dapat meminimalisir Sosial Disruption akibat COrona VIrus Disease tahun 2019.
Adm.

Mengenang Peran Pemuda dibalik Gerakan Kemerdekan Nasional Indonesia

Mengutip perkataan bung karno 'beri aku seribu orang tua maka akan ku cabut akar gunung semeru tapi beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia.
Pemuda menurut bung karno adalah seorang yang memiliki potensi karena memang pemuda masih memiliki semngat yang membara-bara didalam dirinya. Jadi persoalan revolusi pemuda yang menjadi garda terdepan dan pemuda juga menjadi pelopor suatu gerakan perubahan.

dalam Sejarah indonesia yang begitu panjang, perjuangan Pra-Kemerdekaan tidak lepas dari peran pemuda. Perjuangan pemuda dilihat/ditandai dengan berdirinya Budi Utomo hasil insiatif perjuangan mahasiswa indonesia yang melanjutkan pendidikannya di belanda. dan pulang ke indonesia dengan membangkitkan gerakan-gerakan nasional didalam diri budi utomo.

Budi Utomo merangkul seluruh pemuda yang ada di jawa dan sumatera dan untuk berjuang untuk Kemerdekaan dari pemerintahan hindia belanda.
Pada tahun 1912 munculnya/terbentuknya organisasi Serekat Islam (SI) yang sebelumnya bernama Serekat Dagang Islam (SDI) yang depolopori oleh Samanhudi, namun seiring perkembangan waktu mereka mengalami perluasan fungsi dan anggota yang tadinya pedagang berkembang nenjadi seluruh rakyat islam. Dan berasas Nasionalis Islamis.

Perkembangan Serekat Islam sangat cepat hingga beberapa tahun kemudian berhasil membentuk cabang di seluruh pelosok jawa, dianataranya cabang surabaya, yogyakarta dll. Namun, seiring perkembangan serekat islam mengalami perbedaan Paham/Ideologi yang mulai nampak dalam tubuh organisasi tersebut. Ideologi itu ialah Komunisme dan Nasionlis Islamis. ideologi Kumunisme mulai secara terang-terangan dibawa oleh Samaun (ketua cabang SI surabaya) yang pada saat itu tak dapat membendung perpecahan. Ini dikarenakan serekat islam sangat terbuka, hingga hal yang dapat merusak organisasi serekat islam ini tidak dipertimbangkan dan akhirnya perpecahan itu makin jelas ketika serekat islam terpecah menjadi dua, yaitu serekat islam merah dan serekat islam putih.

Serekat Islam Merah yang dipimpin oleh Samaun, Darsono, dan Tan Malaka, di anggap serekat islam merah karena benih-benih munculnya partai komunis indonesia (PKI). Serekat islam merah juga berkembang menjadi serekat rakyat.
Perpecahan gerakan Nasional karena persoalan ideologi dan mereka berfikir bahwa semua ideologi dapat membawa indonesia menuju Kemerdekaan. jadi kenapa harus bertikai antara satu dengan yang lain. Atas hal ini respon bung karno melalui tulisannya berjudul "nasionalis, Agama, komunis, Yang biasa di sebut sebagai (NASAKOM).

Pada tanggal 4 juli 1927 Bung karno bersama 6 temannya yang berada di ASC (Algemen study club) mendirikan partai nasional indonesia sebagai solusi dan menyatukan beberapa ideologi yang besar dan betul bahwa PNI menjadi partai terbesar pada saat itu. Hal ini membuat pemerintahan hindia belanda merasa khawatir atas kehadiran partai ini. Apalagi slogan-slogan PNI yaitu 'Merdeka sekarang juga'. pada 24 Desember 1929 melayang berita surat panggilan penangkapan bung karno dan pada tanggal 29 desember 1929 bung karno di tahan bersama tokoh pendiri PNI lainnya sperti Gatot Mangkupraja dan Supriadinata. PNI di anggap membuat kerusuhan dengan menghasut rakyat dan menyebarkan ujaran kebencian terhadap pemerintah. Akibatnya PNI terbagi menjadi 2, yaitu PNI baru yang dipimpin oleh Sutan Sjahrir dan Muh. Hatta dan partindo yang dipimpin oleh Sartono.

Kasus pengadilan Bung Karno masih menjadi kontroversi baik dari orang-orang pemerintahan hindia belanda. pada saat pengadilan berlangsung, terjadi keributan didalam forum karena amarah masyarakat yang tak terbendung lagi. Hingga akhirnya bung karno di masukkan ke penjara suka miskin dan di asingkan ke ujung timur nusantara. Sejak saat itu banyak peristiwa yang terjadi hingga perang dunia ke-2 di asia-pasifik, Jepang berambisi untuk menguasai dunia dan berhasil menduduki asia pada saat itu dengan julukan 3A yaitu Nippon cahaya Asia, Nippon pelindung Asia, Nippon pemimpin Asia.

Jepang memanfaatkan pemuda pada saat itu dengan mendirikan bala tentara seperti PUTERA dan PETA sebagai alat untuk memabantu jepang dan imbalannya akan memberikan Kemerdekaan kepada Rakyat Indonesia. Pada tanggal 1 maret 1945 berdirinya BPUPKI dan diumumkan pada 29 april 1945 dengan Radjiman widyodiningrat sebagai ketuanya. Dan melakukan sidang pada tanggal 29 mei -2 juni dalam menyusun dasar negara indonesia, sehingga pada tanggal 1 juni 1945 Bung karno melakukan pidato dan dasar yang di kemukakan Bung karno yaitu pancasila dengan 5 dasarnya. Dan sampai hari ini tanggal 1 juni 1945 diperingati sebagai hari lahir pancasila. selanjutnya di bentuk panitia sembilan yang di ketuai oleh Soekarno hingga pada 22 juni 1945 di sepakati yang diberi nama piagam jakarta.

Pada tanggal 10-17 juli 1945, BPUPKI melakukan sidang yang ke-2 dan terjadi perdebatan antara kaum kebangsaan dengan kaum islam. Yaitu, mengenai redaksi "ketuhanan yang maha esa dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya". dan pada tanggal 11 juli 1945 peserta sidang sepakat bahwa piagam jakarta digunakan dalam mukkadimah UUD 1945. Sementara disisi lain, terjadi pergolakan senjata antara amerika dan jepang dengan sangat sengit dan diakhiri dengan bom atom yang di jatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 agustus 1945. sehingga kekaisaran jepang angkat senjata dan menyerah kepada sekutu.

Pada perjalanan Peran pemuda dalam perjuangan kemerdekaan indonesia, golongan tua begitu sering bertikai dengan golongan muda, contohnya dalam suatu pertemuan antara Bung karno bersama Moh. Hatta dan Radjiman widyodiningrat, Da lat di vietnam dalam pertemuannya dengan marsekal tarauchi atau biasa di juluki penakluk pasifik, yang ketika itu jepang menginginkan Kemerdekaan indonesia jatuh pada tanggal 24 agustus 1945.

Pada tanggal 17 agustus, sehari sebelumnya bung karno dan hatta diculik dan di bawa ke rengas dengklok. Ahmad subardjo sempat mengalami kebingungan pada saat mencari Bung karno, karena ternyata bung karno sudah tidak di kediamannya. sorang masyarakat setempat memberitahukan kepada Ahmad subardjo bahwa Bung karno di culik oleh golongan pemuda. Sehingga Ahmad subardjo pergi menemui Bung karno dan melakukan perjalanan untuk menemui laksamana Maeda di kediamannya di jl. Imam bonjol no 1 dan mulai menyusun teks proklamasi pada Pukul 02:00-04:00 dini hari. yang menyusun teks proklamasi ialah Sukarno, Muh hatta dan Ahmad subardjo dan yang mengetik teks proklamasi adalah syuti melik. Di pelataran rumah bung karno 17 agustus 1945 dikumndangkanlah proklamasi Kemerdekaan bangsa indonesia dan menjadi kebahagiaan tidak terkira bagi seluruh rakyat indonesia.

Perjuangan pemuda dalam memerdekakan bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata karena atas perjuangannyalah kita bisa merasakan udara kemerdekaan hingga hari ini.

Kontributor:

Agung Prasetyo
Ketua Komisariat DPK Fapertahut
Periode 2018-2019
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
GMNI Majene

Sabtu, 04 April 2020

Wajah Alam Dibalik Kisruh Pandemi

Sejak Pandemi menghentikan berbagai aktifitas secara total, Alampun mengambil waktu tuk beristirahat. Covid-19 memaksa setiap ras dan kepentingan mengkarantina diri dari kesibukan ekonomi secara global, hingga diberbagai kota metropolitan yang tak perna tidur, terisolasi dibuatnya.
tingkat polusi bumi menurun, hingga nampak diberbagai negara potret-potret binatang mengambil alih kota tersebut.

Pandemi meminimalisir aktifitas transportasi umum dan bisnis lokal, saat menginjak waktu 3 bulan, kualitas udara meningkat sekitar 21,5%. Dilansir oleh NASA & European Space dari luar bumi, bahwa penurunan nitrogen dioksida dan emisi CO2 membuat polusi udara berkurang setidaknya 25-50 % diberbagai wilayah negara adidaya dan negara maju. Merekalah penyumbang terbesar dan bertanggung jawab atas polusi didunia. Menurut WHO, polusi menyebapkan rantai penyakit dan kematian setidaknya 7 juta orang per tahun.
Begitupun pada aktifitas manusia diperairan, kanal dan laut dangkal. Batuan sedimen turun kedasar lalu meninggalkan kristal dipermukaan air dan meningkatkan aktifitas hewan didalamnya.

Stabilitas alam nampak dibalik rayuan maut wabah covid-19, dimana ia diklaim juga sebagai simbol peringatan terhadap keserakahan manusia.

kemajuan tehnologi yang mutakhir dan tak terkendali memberdayakan feodal dalam meraup untung serta eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam yang selanjutnya menciptakan ketidak seimbangan ekologis. hal ini cukup dirasakan dari timbulnya berbagai fenomena sebagai dampak krusial.

jika kesadaran dieksplore secara luas, mestinya pandemi dapat meningkatkan kerjasama Kolektif-global sebagai suatu jaringan dan relasi penanganan wabah dan keberlanjutan alam manusia. inilah tuntutan aktual dan fundamental bagi keberlangsungan kehidupan dan kemanusiaan.

Namun ketika kondisi mulai normal, polusi kembali menjadi salah satu sumber penyebap kerusakan dibumi. Maka setelah wabah ini berakhir, apakah kita masih bisa menjaga gaya hidup kita menjadi lebih baik?
keberlangsungan alam dan manusia berada ditiap kesadaran kita masing-masing.

Kontributor:

Masrur Darwis
Kord. Divisi Teknologi & Informasi
KOMPAS Mapiah Majene

Minggu, 29 Maret 2020

Urgensi Media Sosial ditengah Pendemi Covid-19

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa wabah penyakit yang sangat membahayakan nyawa manusia sedang melanda dunia. Covid-19, telah hampir menyelimuti seluruh penjuru dunia, Sehingga kebijakan dari berbagai negara terus diupayakan untuk dapat memutus rantai penyebaran virus yang membahayakan ini.

Layaknya pada kebijakan Sosial Distancing, Penutupun berbagai akses jalur baik antar daerah maupun negara dan bahkan penerapan Lockdown telah banyak diterapkan pemerintah setempat.
Kita lihat saja di negara China. setelah presentasi, peningkatan rakyatnya terpapar Corona terus mengalami peningkatan tiap harinya. langkah kebijakan yang diambil pemerintah China dengan menerapkan LockDown dan mengharuskan warganya untuk tetap tinggal dirumah, sehingga China tampak seperti halnya Negara Mati khususnya kota Wuhan.

Penyebaran virus ini bisa dibilang terhitung cepat, dalam jangka waktu beberapa bulan saja wabah ini mampu menginfeksi sekitar 593.656 kasus, 132.526 sembuh, dan 27.215 meninggal dunia (Data ini diunggah di Kompas.com tertanggal 28 maret 2020). Sehingga, memicu kekhawatiran negara atas pandemi virus corona ini.

Penyebaran virus ini dapat mempengaruhi psikologis dan interaksi sosial manusia. Pendidikan, prekonomian dan aspek-aspek lainya terus mendapat keresahan dan kebimbangan dari masyarakat. Ditengah pandemi ini aktivitas seperti pekerjaan, pendidikan banyak diterapkan dengan menggunakan media sosial, itulah jalan terbaik. Justru, Urgensi peran media sosial ditengah pendemik ini telah diterapkan secara legalitas pada sektor pendidikan. pemakaiannya pun semakin meningkat dan bahkan begitu dipaksakan dalam penggunaannya. Contohnya saja perkuliahan dan rapat pertemuan yang di laksanakan secara online.

Peranan ini memungkinkan adanya inovasi dan kreativitas baru dari produk software, fitur-fitur serta aplikasi yang dikembangkan menjadi pengatahuan baru, bagi sebagian kalangan. seperti kata Karl Max "kondisilah yang mempengaruhi Kesadaran", pada akhirnya dapat menyebara luas.

Pemakaian aplikasi yang cukup diminati salahsatunya ialah aplikasi Zoom. sebagai media yang digunakan dalam berbagai rapat dan pembelajaran, aplikasi ini juga mendominasi peran teknologi di era modernisasi yang tidak dapat terelakkan lagi. Perkembangan suatu Negara dinilai dari keikut sertaan masyarakatnya dalam disiplin tehnologi dan sains sebagai arus globalisasi yang membawanya pada tahap negara-negara maju seperti halnya di Eropa.

Namun, yang menjadi tantangan selanjutnya iyalah penyebaran hoax. Pandemi ditengah virus ini masih dianggap remeh dengan mempolitisasi dan mengkapitalisasi berbagai sumber keuntungan demi kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga menimbulkan berbagai kepanikan dan bahkan melakukan hal-hal yang tidak rasional atas penyebaran hoax terutama mereka yang tidak mampu menggunakan media sosial sebagai alat yang dapat menunjang kebutuhan hidup. Diciptakannya media sosial ini tidak lain sebagai alat untuk dapat mempermudah kebutuhan manusia, bukan malah menjerumuskannya kedalam candu yang konotatifnya negatif. Kondisi sekarang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bijak dalam menggunakan media sosial, saring sebelum sharing informasi dan stop menyebar informasi yang dapat membuat masyarakat panik, demi meredahnya situasi ditengah peperangan melawan Pandemi tersebut.

Kontributor:

Budi
Kader Technology Computer Study Club
TCSC Majene

Sabtu, 28 Maret 2020

Polemik Pandemi dan Seruan hati Mahasiswa semester akhir

Seperti yang kita ketahui WHO telah resmi menetapkan COVID-19 sebagai sebuah pandemi global. Setiap orang sekarang disibukkan dengan pembicaraan COVID-19 atau corona virus.

COVID-19 tidak hanya memberikan dampak pada kesehatan melainkan hampir seluruh aspek kehidupan baik dari aspek keagamaan, sosial, ekonomi, pendidikan dan teknologi.
Mulai dari persolan keislaman yang dipertentangkan yang sudah jelas bahwa Agama Islam mendahulukan kemanusiaan diatas keberagaman.

Sampai dengan aspek kesehatan dan sosial. Salah satu langkah sederhana yang bisa kita ambil untuk menolong semua nyawa manusia di dunia ini yakni dengan menerapkan Sosial distancing. Sosial distancing bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 di wilayah tertentu.

Selain itu, pembatasan sosial juga dilakukan dengan meminta masyarakat untuk mengurangi interaksi sosial dengan tetap tinggal di dalam rumah maupun pembatasan penggunaan transportasi publik. Meskipun sederhana tapi tidak sesederhana itu dalam menerapkannya. Siapa sangka bahwa ditengah-tengah arus pandemi COVID-19 ini yang mengharuskan seluruh masyarakat untuk tetap tinggal dalam rumah guna untuk memutus rantai penularan COVID-19 tersebut, tapi masyarakat justru malah resah, takut dan bimbang. Mau memilih untuk tetap tinggal berdiam diri dalam rumah tetapi kondisi perekonomian tidak memungkinkan, memilih keluar rumah justru malah meregang nyawa.

Masyarakat kelas atas mereka entang-enteng saja dengan hal tersebut. Ekonomi menjamin! perilaku hidup bersih dan sehat apalagi. Mereka akan lebih mudah menerapkan apalagi mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Misalnya saja masker, antiseptik dengan harga yang sangat melonjak tetap akan dibeli (karena kebutuhan) sedangkan, masyarakat kelas bawah akan lebih berpikir berkali lipat lagi. Jangankan untuk beli antiseptik, untuk makan saja susah. Harus memikirkan keadaan ekonomi juga, sekarang zamannya tidak punya uang tidak makan. Tidak kerja pun tidak makan.

Masyarakat kelas bawah, petani, buruh dan para pekerja yang terpaksa harus keluar rumah juga punya mimpi yang sama. Mau menyelamatkan jutaan jiwa di dunia ini hanya dengan rebahan dalam rumah tapi terkendala dari segi perekonomian.
Sekiranya untuk menyelamatkan jutaan orang didunia baik itu karena pandemi COVID-19 maupun kondisi yang lain harus dimulai dari kesadaran diri masing-masing. Saling bahu membahu, tolong-menolong satu sama lain. 1 RATAP, 1 TANGIS.

Saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan selain mengisolasi diri dirumah dengan keluarga bahkan Pemerintah juga sudah menghimbau untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, melarang kegiatan yang melibatkan banyak orang bahkan meminimalisir kegiatan diluar rumah dan itupun harus dalam keadaan terdesak.

Tahun ini Ujian Nasional (UN) ditiadakan untuk para siswa. Tapi bagaimana dengan nasib kami mahasiswa akhir yang sedang dalam tahap penyelesaian tugas akhir.

Sebagai mahasiswa semester akhir. Kami sangat merasakan dampak dari adanya COVID-19 ini. Sulit mengerjakan Skripsi akibat adanya pembatasan tatap muka dengan pembimbing. Sehingga dalam situasi sosial distancing mengharuskan untuk serba online. Mulai dari konsultasi secara online, seminar proposal secara online. Sementara akses jaringan di kampung halaman kurang baik.

Beberapa dari mereka, teman-teman yang sudah melakukan seminar proposal secara online, respon mereka hal tersebut sangat ribet dan kurang efektif juga setelah melewati seminar proposal terkendala pada proses penelitian.
Maka dampaknya akan terjadi kemunduran dan keterlambatan kelulusan tanpa mampu dielakkan. Padahal sisa beberapa bulan lagi menuju semester baru dan kami harus membayar SPP sementara proses penyusunan skripsi belum selesai. Beasiswa juga akan berakhir di semester ini. Pembayaran UKT menjadi masalah lain yang harus dihadapi, sementara kondisi perekonomian keluarga tidak lagi aktif bekerja.

Kontributor:

Liza Rasyid
Mahasiswi FKIP UNSULBAR
Periode 2016

Kamis, 26 Maret 2020

Manusia Dan Sakit

Para dokter mempercayai bahwa manusia tidak sakit. jika dia sakit, itu diakibatkan oleh ketidak seimbangan jiwa manusia.

lain halnya dengan kerusakan fisiologis atau organ dalam tubuh manusia.
secara komlpleks tubuh manusia dilengkapi dengan berbagai imunitas atau sebuah pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen atau seperti mikro organisme asing, parasit, bakteri, virus sampai infeksi.

ilmu anatomi ini secara gamblang memperingatkan manusia dari berbagai kasus yang sering ditangani oleh para dokter, yakni penyakit yang kebanyakan bersumber dari asupan yang berlebihan.

ibarat sebuah motor, mesinnya menggunakan takaran 1 liter oli. namun jika di isi dengan 2 hingga 3 liter oli mesin tetap berfungsi namun mengalami kebocoran pada packing dan oli menetes kesegala cela.
begitupun dengan manusia, tubuh memiliki sebuah sistem yang disebut sebagai mesin katalis yang dapat mengurai berbagai nutrisi, seperti vitami, asam lemak, asam amino, mineral dan berbagai zat penting lain seperti gula lalu kemudian disuplai kedarah oleh jantung hingga melahirkan energi bagi kerja organ dan aktifitas manusia. seandainya asupan berlebih seperti gula yang jika dipompa dengan takaran yang seharusnya pas namun ternyata berlebih, dapat berakibat fatal dan mengganggu sensor tubuh manusia, bahkan merusaknya.

disorder dan ketidak seimbangan dalam jiwa manusia seperti lemah, sedih, marah, kebencian, ketakutan, kecewa, ragu, bimbang, gundah gulana dan berbagai penyakit psikologis yang mempengaruhi pola gerak dan prilaku manusia, dapat melemahkan imunitasnya hingga mengakibatkan virus yang masuk kedalam tubuh bereaksi secara optimal dan merusak berbagai organ vital, bahkan komplikasi.

Proses perjalanan kehidupan manusia ini cukup diabaikan oleh berbagai kalangan modern dan sains, karna dianggap sebagai kepercayaan ortodoks dan sangat jauh dari pandangan empiris. hal yang begitu fenomenal ini juga terjadi dan dibuktikan oleh manusia yang terpinggirkan seperti orang gila atau dianggap stres. mereka yang berjalan kesana kemari, tak pernah mandi dan bahkan mengais sampah sebagai sumber rejeki, itulah mereka yang seadanya yang mungkin tanpa ekspresi dan tak lagi membutuhkan keseimbangan jiwa.

Corona-19 yang saat ini marak menjadi trending topik bagi dunia mengungkap sejarah kelam serangan wabah terhadap umat manusia. sayangnya, kesemua pandemi tersebut terjadi ditengah-tengah peperangan, pemiskinan, kelaparan, perbudakan, hingga pembunuhan dan sumber berbagai ketakutan massal.
virus, mikro organisme dan yang semacamnya, bahkan yang juga disebut-sebut sebagai tentara kecil Tuhan telah lama berada diantara kita. namun, gejolak akut dalam ketidak stabilan jiwa, malah mendukung virus tersebut lebih cepat menyebar dan merusak organ manusia.

jiwa yang sehat seperti perasaan aman, nyaman, damai, selamat, adalah ciri yg dijanjikan kaum agamawi melalui berbagai programnya seperti "banyak melakukan kebaikan", "larangan terhadap sesuatu yang berlebihan", dan bahkan membenarkan ancaman tentang "nasib suatu kaum yang takkan berubah jika bukan dia yang merubah keadaan yang ada pada dirinya", telah benar pada porosnya sebagai olah jiwa yang begitu efektif menurut berbagai pandangan psikolog terkemuka.

begitulah fitrah alami dan sistem anatomi bekerja, begitu jelasnya hingga menganjurkan obat bagi manusia yang sakit untuk melukakan proses degeneratif atau kembali kepada gaya hidup sehat yang sebenarnya.

Kontributor:

Megawati Arifin
Alumnus STIKES BINA BANGSA MAJENE

Rabu, 25 Maret 2020

Kamuflase Kepemimpinan

Sejarah banyak memaparkan sebuah transformasi kepemimpinan yang tak lekang akan pengebirian.

Moralitas kalangan atas yang begitu lemah senantiasa tergiur kepada potensi sekuler sebuah jaringan kekuasaan. hingga kerap, aturan selalu direnovasi demi upaya melegalitaskan kedinastian dan dominasi sebuah otoritas kepada ruang-ruang pembangunan, juga pemberdayaan.

Benturan kekuasaan antar berbagai Ras dan Budaya, memungkinkan lahirnya harapan baru dalam upaya menemukan bentuk kepemimpinan yang layak terhadap segenap lapisan sosial & keutuhan bersama.

Kesadaran pasif, membutuhkan rasa sakit sebagai pionir arus balik. Kepemimpinan yang tak cukup matang memerlukan tamparan pertentangan sebagai metode dan dinamika yg harus membawanya berkontemplasi kepada arah implementasi berbagai harapan yang dahulu ia teguk sebagai janji kesetiaannya terhadap rakyat. namun, Adikuasa yang tak sadar atas fungsi & perannya ini, mungkin merindukan pelengseran atas kursi kekuasaannya.

Begitulah syarat kepemimpinan harus bermain. jika psikologi ego masih saja mencuat diatas wilayah kuasa yg tak segan mereka permainkan, maka sambutlah salam hangat dari gelombang kesadaran dan reaksi kritis generasi pembaharu.

Kontributor:

Arya Sigit. M
Sekretaris LSM
Salogang Institute

Senin, 23 Maret 2020

Moral gotong royong yang perlu kita tanamkan didalam garis perjuangan kita demi tercapainya sebuah cita-cita organisasi yaitu, Memerdekakan bangsa Indonesian dari segala bentuk penindasan.

Menjayakan Gerakan mahasiswa nasional Indonesi (GMNI) dan Memenagkan kaum marhaen dari kemiskinan, demi keselamatan dan kebahagiaan seluruh masyarakat Indonesia.

Mudah-mudahan dengan DIESNATALIS Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GmnI) yang ke-66 ini, akan menghasilkan sesuatu yang indah dan ajaib yang akan mengalahkan segala sesuatu yang tidak manusiawi, Menentang kolonialisme dan menganjurkan hidup berdampingan secara damai, serta tercapainya kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia.

Kontributor:

Bung Misbahuddin
Wakabid Ideologi dan Organisasi
Komisariat FISIPOL
GMNI Majene
Dirgahayu Gerakanku GMNI.
Korps Pejuang Pemikir - Pemikir Pejuang.

Semoga Marwah Gerakan kembali pada rel perjuangan marhaenisme yang sejati. Sesuai dengan apa yang kita cita-citakan bersama yakni, bagaimana kita bisa mewujudkan suatu tatanan masyarakat dalam segala hal untuk menyelamatkan kaum marhaen.

"Berpikir dan berpikirlah" sesuai apa yang sering dikatakan oleh Bung Karno. Jangan dogmatis, harus rela melepaskan apa yang tidak sesuai lagi. Setiap manusia harus berjalan dalam cahayanya sendiri, tidak bisa berjalan dalam cahaya orang lain.

"The spirit of Marhaenis Declaration"
Selamat HARLA para anak ideologis Bung Karno ke-66.
23 Maret 1954 - 23 Maret 2020

Merdeka...
GMNI jaya...
Marhaen menang...

Kontributor:

Sarinah Liza
Ketua Komisariat FKIP Unsulbar
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
GMNI Majene

Jumat, 20 Maret 2020

Pandemi Ditengah Nasib Omnibus Law

Di tengah maraknya bahaya Virus saat ini yang berjenis Covid-19 sangat menggegerkan masyarakat, bahkan mengakibatkan masyarakat merasa panik dan mengurangi aktivitas-aktivitas seperti biasanya. Hal ini didukung setelah WHO menetapkan virus ini masuk dalam kategori sebagai darurat bencana. lalu ditambah lagi setelah pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menghindari penyebaran virus corona seperti aktivitas sekolah dan perkuliahan yang dilakukakan secara online, Serta aktivitas social distancing.

Hal ini tentu saja meresahkan sebagian masyarakat, terutama mereka yang tidak terbiasa menggunakan tekhnologi dalam bekerja dan akses jaringan yang tak dapat dipastikan terkoneksi dengan baik. maraknya perbincangan ini membumi digenap lapisan indonesia hingga menyita perhatian dan aktivitas baik dari kalangan akademisi, pemerintah bahkan masyarakat pada umumnya. Sehingga isu negara yang baru-baru ini juga banyak meresahkan masyarakat kaum buruh dan akademisi yakni Rancangan UU Cipta Kerja Omnibus Law, yang dimana saat ini dengan cepatnya lenyap pada peredaran perbincangan bahkan seakan dilupakan begitu saja.

Penolakan keras Terhadap Rancangan tersebut terjadi sebelum disahkan oleh badan parlemen sebelum diterapkan di Indonesia. Karena dalam rancangan UU ini salah satu isinya hanya menguntungkan pihak investor asing sedangkan masyarakat atau buruh sebagai objek yang akan dirugikan. Dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 2 berbunyi: Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. namun kenyataannya berbanding terbalik, sejak diterbitkannya rancangan tersebut.

Meski dampak Corona begitu meresahkan, namun tidak berarti secara pasif meredam tunturan Omnibus Law. Maraknya Virus Corona ini, memicu banyaknya penyebaran haox tentu dalam hal ini, masyarakat justru semakin panik dan merasa ketakutan atas kondisi yang terjadi hingga hal-hal urgen yang lain pun semakin dilupakan. Mahasiswa dan Buruh dalam berbagai wilayah takkan diam terhadap penghisapan Manusia atas manusia dan akan kembali melakukan tuntutan terhadap rancangan kontradiktif UU Omnibus Law tersebut setelah kondisi kembali kondusif.

Kontributor:

Budi
Sekretaris Cabang Periode 2018-2020
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
GMNI Majene

Republik Telah Usang

Senasib-sepenanggungan, disitulah kita pernah berdiri. Hampir genap 75 tahun, perjalanan bangsa, sekat sosial kini semakin pecah dan menuai tanya "Benarkah kita masih merdeka?".

Gotong royong telah selesai sejak manusia indonesia telah merasa merdeka dan nyaman berada dinegri dengan sumberdaya melimpah tanpa kolonialisasi, lantas tak sadar bahwa hari demi hari Pecah-kongsi terus tertata rapi dalam berbagai jilid. transformasi kepemimpinan menyulut berbagai Koalisi yang semakin marak dalam menciptakan benturan-benturan kepentingan hingga dapat membuat siapa saja yang telah menduduki kursi kepemimpinan menitip visi konyol dimata akademisi. Pertarungan kekuasaan yang sering dianggap lumrah semakin menyatakan diri dengan berbagai kebijakan yang juga mengokohkan kursinya dengan andil kesejahteraan. akhir keterpurukan selalu memperlihatkan gejala dari distorsi kebenaran, sebagai landasan baru bagi tiap pemerhati, namun celakanya ia tak nampak disetiap mata yang doyan mengebiri kemanusiaan dan menghidupkan ekspansi kekuasaan.

Orde Baru sudah usai dan Perang dingin pun telah berlalu, namun melahirkan semangat dan optimisme kekuatan kapital dari negara adidaya kepenjuru sumber daya bangsa.
segelitir pihak turut serta memalingkan sejarah demi perlakuan merata, lalu bertindak sesuka ria atas nama budaya dan masa depan kesukuannya.
Akses telah terbuka lebar bagi infestasi dan kemajuan, pertarungan politik & ekspansi kekuatan menjadi ancaman ketika mereka berlomba menciptakan Mesin Pembunuh Massal sekelas Nuklir dan Wabah Pandemi demi Dominasi terhadap dunia

"belumkah tiba masanya, kita kembali dalam keeratan yang beragam?"
Republik yang terbilang usang menemui kilas baliknya. ditengah Rencana isolasi, LockDown dan kemungkinan terburuknya yaitu krisis pangan demi hidup ditengah social Distancing ialah suatu jalan dan harapan melatih bangsa. Dari hubungan senasib-sependeritaan menuju gotong-royong ke puncak pembaharuan Jati diri Indonesia.

Kontributor:

Cakra Suprianto NK
Pembina
Ikatan Keluarga Mahasiswa Massenrempulu
IKMM Majene

Rabu, 18 Maret 2020

Hiruk-pikuk 2019-NCoV

Penyakit yang biasa disebut virus corona ini, membuat sebagian besar masyarakat khawatir dengan informasi yang beredar, bahwa penyebarannya begitu cepat merambat kesegala penjuru dunia. rasa kekhawatiran ini menjadi suatu ketakutan massal bagi masyarakat indonesia setelah keluarnya kebijakan atau instruksi yang di sampaikan pak Presiden untuk Meliburkan Aktifitas pendidikan di disekolah dan perguruan tinggi diberbagai wilayah.

hal ini cukup menambah keyakinan bahayanya virus corona di masyarakat, sehingga tidak hanya berakibat pada liburnya aktivitas pendidikan formal di sekolah dan di perguruan tinggi tetapi juga pada aktivitas lain, seperti halnya pasar, tempat kerja, tempat wisata dan diberbagai tempat, untuk menghidari kerumunan orang banyak.

Hiruk-pikuk virus corona ini banyak diperbincangkan di berbagai kalangan dan sudut pandang, yakni diantaranya adalah analisis dari golongan mahasiswa dengan asumsi bahwah ini adalah sebuah konspirasi perang biologis antar negara internasional, dimana ketika perang senjata tak lagi ampuh, maka senjata biologis (corona) pun jadi. pada perspektif lain yang secara nasional menilai bahwah Liburnya aktivitas pendidikan disekolah dan di kampus Selama 2 minggu itu hanyalah ajang Uji coba sistem pendidikan Modern yang ber status online (meskipun dengan dalih covid 19) Dengan rencana yang sangat matang Kemendikbud (nadiem) Sudah menyiapkan Website khusus sebagai Ruang pembelajaran berstatus online, selain itu dengan ada nya sistem Online yang akan di Terapkan ini dapat meningkatkan pendapatan Negara.

Sebagaiman Isu dan berita Hoax yang telah berkembang, hal ini memupuk lebih banyak keprihatinan, mulai dari Penggelapan Masker, disusul dengan kelangkaan alkohol, sabun dan bahan yang mengandung antiseptik yang diduga merupakan penangkal utama sebagai pembunuh virus tersebut.
Pemerintah dalam kebijakannya menyiapkan beberapa tahapan dalam penanganan Wabah ini. Setelah suatu Wilayah diindikasi terinfeksi virus tersebut maka dalam target tertentu wilayah tersebut berada pada status KLB (kejadian luar biasa) dan pemantauan peningkatan ini akan naik pada Tahap Lock Down atau penguncian berbagai akses sebagai pencegahan terakhir.

Kebijaksanaan sangat diperlukan dalam situasi ini agar tidak memperkeruh situasi yang telah ada. Maka, sangat penting bagi kita semua untuk berfikir dan Berhati jernih dalam mencegah dan merubah pola tindakan kita sebagaimana instruksi dan kebijakan pemerintah mulai dari menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh serta aktivitas ibadah dan doa sebagai langkah optimis melewati hiruk-pikuk 2019- NCoV.

Kontributor:


Wawan Gunawan
Ketua Komisariat AMIK
HMI Cabang Majene

Senin, 16 Maret 2020

PRESS RELEASE AKSI SOLIDARITAS MAHASISWA UNIVERSITAS COKROAMINOTO YOGYAKARTA

Assalamuaalaikuma Wr.Wb

Semoga Tuhan yang Maha Esa Memberikan Kita Kesehatan di segala Aktivitas Keseharian. Amin...!!!

Dalam Rangka Pencegahan Penularan Virus Corona (Jenis Virus Novel Corona Virus 2019) yang telah Menyebar di berbagai Titik daerah yang ada di seluruh Indonesia, Maka Gerakan Solidaritas Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta telah Melakukan Kegiatan "Gerakan Tanggap Hidup Sehat" dengan Seruan Kepada Seluruh Masyarakat Indonesia tanpa Terkecuali untuk menjaga Pola hidup Sehat dalam Menjalankan Aktifitas Keseharian.

Word Healh Organization (WHO) sebagai salah satu badan/koordinator Kesehatan di PBB Menyarankan dalam Melakukan Pencegahan Sebagai Berikut :

- Mencuci Tangan dengan Benar Minimal selama 20 detik Pada saat ingin Melakukan Segala Aktifitas seperti Bekerja,Makan DLL. agar menghindari segala Penularan melalui sentuhan Fisik terhadap Manusia, Barang, Hewan dan yang lainnya.

- menggunakan Masker dalam Melaksanakan aktifitas terutama pada saat Berkomunikasi (Prioritas Bagi yang dalam Keadaan batuk dan Pilek)
- Menjaga Daya Tahan Tubuh dengan Mengkonsumsi Makanan Sehat seperti Sayuran, Buah- Buahan dan Semua jenis makanan Yang ber Protein tinggi.

- Menahan Diri Bepergian Ke Luar Negeri terutama ke Negara yang Positif terjangkit Virus Corona.

- Menghindari kontak langsung dengan Hewan Yang berpotensi menularkan Corona Virus.


Seperti dalam Pepatah "Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati" Mungkin itulah hal yang paling Tepat untuk dilakukan Sekarang Sampai benar-benar Situasinya sudah memungkinkan.

Langkah Pencegahan ini Teramat Penting melihat bahwa Aktifitas Keseharian Hampir Mustahil Untuk menghindari Kontak langsung dengan manusia lainnya.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP) bahwa Kematian Akibat Virus Corona sebanyak 4.009 orang dari berbagai belahan Dunia, sedang di Indonesia menurut informasi ada sebanyak 93 Orang yang positif terjangkit Virus Corona, kasus yang pertama kali di Umumkan oleh Pemerintah Indonesia pada senin 2 Maret 2020.(Sumber Compas.Com)

Melihat fakta-Fakta yang terjadi Maka Dengannya itu Kami dari Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) dalam Mengantisipasi Penularan Virus Corona menyampaikan Kepada Seluruh Masyarakat terkuhusus yang ada di Yogyakata untuk tidak Takut Beraktivitas Namun sigap dan Melawannya dengan upaya Pencegahan, Serta Bergotong-Royong Memberikan Perhatian Kepada Kesehatan Tubuh.

Adapun kegiatan yang Kami Lakukan ini disebabkan Oleh Faktor Keadaan yang memunculkan Keresahan Sehingga Memantik Kepedulian Untuk Bergerak Bersama sebagai Anak Indonesia yang dibebankan Kewajiban Hukum dengan Maksud Saling Mengigatkan dan Bahu-Membahu dalam Menyelesaikan Persoalan Bangsa yang di Hadapi, Salah Satu Bentuk Kongkritnya Yakni dalam Bentuk tanggap Pencegahan Penularan Virus Corona yang telah diselenggarakan dengan sukses dan mendapat perhatian penuh dari masyarakat setempat.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa Melindungi Kita Sekalian dari Berbagai Macam Ancaman dalam bentuk apapun.

Amin ya Rabbal Alamin. Wassalamualikum Wr.Wb

Yogyakarta, 17 Maret 2020
Kontributor:

Abd. Muid
Korlap Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY)

Minggu, 15 Maret 2020

Tekhnologi & Candu

Kemajuan teknologi merambak jauh lebih cepat dari yang kita sadari. ketika beberapa orang sudah banyak melakukan Inovasi dengan banyak kemajuan, sebagian besar lainnya masih sibuk bermain Tiktok, dan eksis dalam berbagai Sub-sub Media Sosial, yang tiada habisnya dipertontonkan diberbagai elemen masyarakat.

Media Sosial merupakan sumber akses terbaik bagi perkembangan ekonomi, namun ketika kita membuka laptop, secara tak sadar kita menutup pintu komunakasi dengan dunia nyata.
penghidupan lingkungan sosial tak lagi diminati sejak setiap anak telah memiliki android ditangannya. membuatnya seolah hidup normal, namun anti sosial.
suatu dunia dimana manusia diperbudak oleh karyanya sendiri,
suatu dunia yang dipenuhi kepentingan Pribadi, pencitraan dan Promosi diri,
suatu dunia dimana semua tak lagi saling mengunjungi tuk menikmati perbincangan hangat, bertatapan dan memberikan perhatian yang nyata.

Lalu, secara tidak sadar mereka tergiring pada sebuah kebiasaan baru yang menyita banyak waktu tanpa hasil produktif, hingga harus memendam basic skill yang harusnya memunculkan berbagai entrepreneur shift yang layak bagi kebutuhan khalayak. Mampukah mereka menghadapi dunia nyata, saat digital menyita banyak usia ?
Inovasi tak lagi diperhatikan hingga ekonomi mulai menuntut skill dan Usaha. Media Sosial yang diyakini mampu dengan cepat Mengakses informasi diberbagai bidang justru mulai pincang ketika penggunanya belum menemukan sebagian besar manfaat didalamnya.

Media Internasional banyak merilis, hubungan antara peningkatan SDM bangsa dan perkembangan tehnologi pada zamannya.
namun tetap saja kesadaran begitu kecil dan tidak merata, hingga kebanyakan perseorangan lebih memilih Skip dan mengabaikan visi, bahwa generasi adalah penerus dan pemikul beban dalam bernegara.

Tehnologi selalu meraup banyak prestasi disegala lini, namun produktifitas dan kinerjanya, hanya terlihat asyik ditangan pemberdaya, ditengah-tengah kalangan yang tak berdaya.
saat sebagian begitu eksis dengan ceritanya. tak sadar, ternya kita hanya terjebak pada Perang Ekonomi negara Adidaya yang meraup banyak untung dari para penggunanya.
Lalu kita, hanya semakin menumpuk Pekerjaan Rumah yang semakin rumit dengan inovasi soft skill. Generasi baru terus dilahirkan, namun kita masih mewariskan ketakutan.

Ruang -ruang inovasi begitu penting bagi kemajuan sebuah bangsa. sebap, kecenderungan berkembang dapat mendominasi berbagai aktifitas, sehingga mengurangi berbagai tingkat kejahatan dan pelaku yang kerap pesimis terhadap kehidupan.

Siapa sangka, ditengah ancaman Pandemi Virus, MENDIKBUD (Nadiem Anwar Makarim) memanfaatkan sebuah resolusi baru selama 14 hari libur sekolah demi meminimalisir penyebaran COVID-19. Kemendikbud menyajikan sebuah aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android Rumah Belajar yang dapat diakses di belajar.kemdikbud.go.id. Beberapa fitur unggulan yang dapat diakses oleh peserta didik dan guru, di antaranya Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

Program tersebut bukan hanya mengisi pembelajaran semasa libur, namun juga efektif mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat dalam penggunaan android seperti media sosial, game dan situs-situs yang berbahaya bagi perkembangan moral generasi bangsa. Setelahnya, Peran Pendidik akan sangat dibutuhkan sebagai penguat jalannya peradaban.

Kontributor:

Riswan
Sekretaris Umum Periode 2019-2020
Technology Computer Study Club
TCSC Majene

Jumat, 13 Maret 2020

Optimisme Dibalik Pembangunan IKN & Investor Asing


Tajuk utama pembangunan IKN yg diumumkan Presiden RI pada akhir tahun 2019 lalu tidak lagi hanya sekedar wacana, namun telah menjadi babak baru tahap pembangunan negara Maju.

Beliau menegaskan  bahwa sumber pembangunan akan digelontorkan kurang lebih sekitar 466 Triliun yang bersumber dari 19% APBN yakni dari skema kerjasama pengelolaan aset di Ibu kota baru dan di jakarta , KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) serta Investasi langsung Swasta dan BUMN.
"Di Ibu Kota Baru, Kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, Inovasi terbaik dan Kearifan terbaik" disampaikan Presiden dalam mengundang seluruh investor asing diberbagai belahan dunia pada forum internasional Uni Emirat Arab 13 januari lalu.
Tak tanggung-tanggung beliau menggait beberapa tokoh berpengaruh reputasinya didunia internasional yang diantaranya adalah Putra mahkora Uni Emirat Arab sebagai ketua, Mantan Perdana Mentri Inggris Toni Blair dan masayoshi son pendiri SoftBank sebagai Dewan pengarah pembangunan IKN.

Nagara Rimba Nusantara yang disebut-sebut sebagai gambaran Ibu Kota baru ini bakal dijalankan dengan sebuah sistem peradaban, Kemajuan dan Kebesaran dengan ciri khas Indonesia.
Namun, pembangunan IKN ini menjadi Pr bagi sejumlah kalangan, khususnya pemuda indonesia sebagai penerus tunggal bangsa ini. Pengaruh serta kontemplasi pemerintah dan berbagai unsur kalangan birokrat terhadap kesiapan SDM bangsa kita menjadi tanda tanya besar.
dugaan ini begitu pelik dirasakan oleh sejumlah pemuda terkhusus Mahasiswa.

Namun, tanggapan dari Organisasi kemahasiswaan daerah diluar wilayah kalimantan, yang mana salah satunya adalah Technology Computer Study Club (TCSC), begitu optimis dalam merangkul Pembangunan IKN. Hal ini dirujuk dari pembuatan beberapa aplikasi yang digadang-gadang bakal menjadi hulu ledak inovasi bagi perkembangan kader dalam mengejar perkembangan tehnologi dunia. "kami berhenti dari hanya sekedar menasehati. determinasi yang begitu produktif bagi perkembangan ialah penyatuan visi secara eksplisit, sehingga membentuk sebuah tuntutan yang saling berketergantungan". menurut keterangan salah satu Badan Penasehat Organisasi tersebut.
Mereka menyadari bahwa diaatas lahan seluas 180.000 Ha, Ibu Kota baru akan menuntut persaingan SDM antara masyarakat dengan pihak asing ditengah Era industri 4.0, "maka kami harus ambil bagian, sebagai pewaris bangsa ini" pungkasnya pada Jum'at sore lalu.
Adm.

Tekhnologi & Candu

Kemajuan teknologi merambak jauh lebih cepat dari yang kita sadari. ketika beberapa orang sudah banyak melakukan Inovasi dengan banyak kemaj...