hal ini cukup menambah keyakinan bahayanya virus corona di masyarakat, sehingga tidak hanya berakibat pada liburnya aktivitas pendidikan formal di sekolah dan di perguruan tinggi tetapi juga pada aktivitas lain, seperti halnya pasar, tempat kerja, tempat wisata dan diberbagai tempat, untuk menghidari kerumunan orang banyak.
Hiruk-pikuk virus corona ini banyak diperbincangkan di berbagai kalangan dan sudut pandang, yakni diantaranya adalah analisis dari golongan mahasiswa dengan asumsi bahwah ini adalah sebuah konspirasi perang biologis antar negara internasional, dimana ketika perang senjata tak lagi ampuh, maka senjata biologis (corona) pun jadi. pada perspektif lain yang secara nasional menilai bahwah Liburnya aktivitas pendidikan disekolah dan di kampus Selama 2 minggu itu hanyalah ajang Uji coba sistem pendidikan Modern yang ber status online (meskipun dengan dalih covid 19) Dengan rencana yang sangat matang Kemendikbud (nadiem) Sudah menyiapkan Website khusus sebagai Ruang pembelajaran berstatus online, selain itu dengan ada nya sistem Online yang akan di Terapkan ini dapat meningkatkan pendapatan Negara.
Sebagaiman Isu dan berita Hoax yang telah berkembang, hal ini memupuk lebih banyak keprihatinan, mulai dari Penggelapan Masker, disusul dengan kelangkaan alkohol, sabun dan bahan yang mengandung antiseptik yang diduga merupakan penangkal utama sebagai pembunuh virus tersebut.
Pemerintah dalam kebijakannya menyiapkan beberapa tahapan dalam penanganan Wabah ini. Setelah suatu Wilayah diindikasi terinfeksi virus tersebut maka dalam target tertentu wilayah tersebut berada pada status KLB (kejadian luar biasa) dan pemantauan peningkatan ini akan naik pada Tahap Lock Down atau penguncian berbagai akses sebagai pencegahan terakhir.
Kebijaksanaan sangat diperlukan dalam situasi ini agar tidak memperkeruh situasi yang telah ada. Maka, sangat penting bagi kita semua untuk berfikir dan Berhati jernih dalam mencegah dan merubah pola tindakan kita sebagaimana instruksi dan kebijakan pemerintah mulai dari menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh serta aktivitas ibadah dan doa sebagai langkah optimis melewati hiruk-pikuk 2019- NCoV.
Kontributor:

Wawan Gunawan
Ketua Komisariat AMIK
HMI Cabang Majene
Tidak ada komentar:
Posting Komentar