Kamis, 26 Maret 2020

Manusia Dan Sakit

Para dokter mempercayai bahwa manusia tidak sakit. jika dia sakit, itu diakibatkan oleh ketidak seimbangan jiwa manusia.

lain halnya dengan kerusakan fisiologis atau organ dalam tubuh manusia.
secara komlpleks tubuh manusia dilengkapi dengan berbagai imunitas atau sebuah pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen atau seperti mikro organisme asing, parasit, bakteri, virus sampai infeksi.

ilmu anatomi ini secara gamblang memperingatkan manusia dari berbagai kasus yang sering ditangani oleh para dokter, yakni penyakit yang kebanyakan bersumber dari asupan yang berlebihan.

ibarat sebuah motor, mesinnya menggunakan takaran 1 liter oli. namun jika di isi dengan 2 hingga 3 liter oli mesin tetap berfungsi namun mengalami kebocoran pada packing dan oli menetes kesegala cela.
begitupun dengan manusia, tubuh memiliki sebuah sistem yang disebut sebagai mesin katalis yang dapat mengurai berbagai nutrisi, seperti vitami, asam lemak, asam amino, mineral dan berbagai zat penting lain seperti gula lalu kemudian disuplai kedarah oleh jantung hingga melahirkan energi bagi kerja organ dan aktifitas manusia. seandainya asupan berlebih seperti gula yang jika dipompa dengan takaran yang seharusnya pas namun ternyata berlebih, dapat berakibat fatal dan mengganggu sensor tubuh manusia, bahkan merusaknya.

disorder dan ketidak seimbangan dalam jiwa manusia seperti lemah, sedih, marah, kebencian, ketakutan, kecewa, ragu, bimbang, gundah gulana dan berbagai penyakit psikologis yang mempengaruhi pola gerak dan prilaku manusia, dapat melemahkan imunitasnya hingga mengakibatkan virus yang masuk kedalam tubuh bereaksi secara optimal dan merusak berbagai organ vital, bahkan komplikasi.

Proses perjalanan kehidupan manusia ini cukup diabaikan oleh berbagai kalangan modern dan sains, karna dianggap sebagai kepercayaan ortodoks dan sangat jauh dari pandangan empiris. hal yang begitu fenomenal ini juga terjadi dan dibuktikan oleh manusia yang terpinggirkan seperti orang gila atau dianggap stres. mereka yang berjalan kesana kemari, tak pernah mandi dan bahkan mengais sampah sebagai sumber rejeki, itulah mereka yang seadanya yang mungkin tanpa ekspresi dan tak lagi membutuhkan keseimbangan jiwa.

Corona-19 yang saat ini marak menjadi trending topik bagi dunia mengungkap sejarah kelam serangan wabah terhadap umat manusia. sayangnya, kesemua pandemi tersebut terjadi ditengah-tengah peperangan, pemiskinan, kelaparan, perbudakan, hingga pembunuhan dan sumber berbagai ketakutan massal.
virus, mikro organisme dan yang semacamnya, bahkan yang juga disebut-sebut sebagai tentara kecil Tuhan telah lama berada diantara kita. namun, gejolak akut dalam ketidak stabilan jiwa, malah mendukung virus tersebut lebih cepat menyebar dan merusak organ manusia.

jiwa yang sehat seperti perasaan aman, nyaman, damai, selamat, adalah ciri yg dijanjikan kaum agamawi melalui berbagai programnya seperti "banyak melakukan kebaikan", "larangan terhadap sesuatu yang berlebihan", dan bahkan membenarkan ancaman tentang "nasib suatu kaum yang takkan berubah jika bukan dia yang merubah keadaan yang ada pada dirinya", telah benar pada porosnya sebagai olah jiwa yang begitu efektif menurut berbagai pandangan psikolog terkemuka.

begitulah fitrah alami dan sistem anatomi bekerja, begitu jelasnya hingga menganjurkan obat bagi manusia yang sakit untuk melukakan proses degeneratif atau kembali kepada gaya hidup sehat yang sebenarnya.

Kontributor:

Megawati Arifin
Alumnus STIKES BINA BANGSA MAJENE

Tidak ada komentar:

Tekhnologi & Candu

Kemajuan teknologi merambak jauh lebih cepat dari yang kita sadari. ketika beberapa orang sudah banyak melakukan Inovasi dengan banyak kemaj...