Moralitas kalangan atas yang begitu lemah senantiasa tergiur kepada potensi sekuler sebuah jaringan kekuasaan. hingga kerap, aturan selalu direnovasi demi upaya melegalitaskan kedinastian dan dominasi sebuah otoritas kepada ruang-ruang pembangunan, juga pemberdayaan.
Benturan kekuasaan antar berbagai Ras dan Budaya, memungkinkan lahirnya harapan baru dalam upaya menemukan bentuk kepemimpinan yang layak terhadap segenap lapisan sosial & keutuhan bersama.
Kesadaran pasif, membutuhkan rasa sakit sebagai pionir arus balik. Kepemimpinan yang tak cukup matang memerlukan tamparan pertentangan sebagai metode dan dinamika yg harus membawanya berkontemplasi kepada arah implementasi berbagai harapan yang dahulu ia teguk sebagai janji kesetiaannya terhadap rakyat. namun, Adikuasa yang tak sadar atas fungsi & perannya ini, mungkin merindukan pelengseran atas kursi kekuasaannya.
Begitulah syarat kepemimpinan harus bermain. jika psikologi ego masih saja mencuat diatas wilayah kuasa yg tak segan mereka permainkan, maka sambutlah salam hangat dari gelombang kesadaran dan reaksi kritis generasi pembaharu.
Kontributor:

Arya Sigit. M
Sekretaris LSM
Salogang Institute
Tidak ada komentar:
Posting Komentar