Minggu, 29 Maret 2020

Urgensi Media Sosial ditengah Pendemi Covid-19

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa wabah penyakit yang sangat membahayakan nyawa manusia sedang melanda dunia. Covid-19, telah hampir menyelimuti seluruh penjuru dunia, Sehingga kebijakan dari berbagai negara terus diupayakan untuk dapat memutus rantai penyebaran virus yang membahayakan ini.

Layaknya pada kebijakan Sosial Distancing, Penutupun berbagai akses jalur baik antar daerah maupun negara dan bahkan penerapan Lockdown telah banyak diterapkan pemerintah setempat.
Kita lihat saja di negara China. setelah presentasi, peningkatan rakyatnya terpapar Corona terus mengalami peningkatan tiap harinya. langkah kebijakan yang diambil pemerintah China dengan menerapkan LockDown dan mengharuskan warganya untuk tetap tinggal dirumah, sehingga China tampak seperti halnya Negara Mati khususnya kota Wuhan.

Penyebaran virus ini bisa dibilang terhitung cepat, dalam jangka waktu beberapa bulan saja wabah ini mampu menginfeksi sekitar 593.656 kasus, 132.526 sembuh, dan 27.215 meninggal dunia (Data ini diunggah di Kompas.com tertanggal 28 maret 2020). Sehingga, memicu kekhawatiran negara atas pandemi virus corona ini.

Penyebaran virus ini dapat mempengaruhi psikologis dan interaksi sosial manusia. Pendidikan, prekonomian dan aspek-aspek lainya terus mendapat keresahan dan kebimbangan dari masyarakat. Ditengah pandemi ini aktivitas seperti pekerjaan, pendidikan banyak diterapkan dengan menggunakan media sosial, itulah jalan terbaik. Justru, Urgensi peran media sosial ditengah pendemik ini telah diterapkan secara legalitas pada sektor pendidikan. pemakaiannya pun semakin meningkat dan bahkan begitu dipaksakan dalam penggunaannya. Contohnya saja perkuliahan dan rapat pertemuan yang di laksanakan secara online.

Peranan ini memungkinkan adanya inovasi dan kreativitas baru dari produk software, fitur-fitur serta aplikasi yang dikembangkan menjadi pengatahuan baru, bagi sebagian kalangan. seperti kata Karl Max "kondisilah yang mempengaruhi Kesadaran", pada akhirnya dapat menyebara luas.

Pemakaian aplikasi yang cukup diminati salahsatunya ialah aplikasi Zoom. sebagai media yang digunakan dalam berbagai rapat dan pembelajaran, aplikasi ini juga mendominasi peran teknologi di era modernisasi yang tidak dapat terelakkan lagi. Perkembangan suatu Negara dinilai dari keikut sertaan masyarakatnya dalam disiplin tehnologi dan sains sebagai arus globalisasi yang membawanya pada tahap negara-negara maju seperti halnya di Eropa.

Namun, yang menjadi tantangan selanjutnya iyalah penyebaran hoax. Pandemi ditengah virus ini masih dianggap remeh dengan mempolitisasi dan mengkapitalisasi berbagai sumber keuntungan demi kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga menimbulkan berbagai kepanikan dan bahkan melakukan hal-hal yang tidak rasional atas penyebaran hoax terutama mereka yang tidak mampu menggunakan media sosial sebagai alat yang dapat menunjang kebutuhan hidup. Diciptakannya media sosial ini tidak lain sebagai alat untuk dapat mempermudah kebutuhan manusia, bukan malah menjerumuskannya kedalam candu yang konotatifnya negatif. Kondisi sekarang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bijak dalam menggunakan media sosial, saring sebelum sharing informasi dan stop menyebar informasi yang dapat membuat masyarakat panik, demi meredahnya situasi ditengah peperangan melawan Pandemi tersebut.

Kontributor:

Budi
Kader Technology Computer Study Club
TCSC Majene

Sabtu, 28 Maret 2020

Polemik Pandemi dan Seruan hati Mahasiswa semester akhir

Seperti yang kita ketahui WHO telah resmi menetapkan COVID-19 sebagai sebuah pandemi global. Setiap orang sekarang disibukkan dengan pembicaraan COVID-19 atau corona virus.

COVID-19 tidak hanya memberikan dampak pada kesehatan melainkan hampir seluruh aspek kehidupan baik dari aspek keagamaan, sosial, ekonomi, pendidikan dan teknologi.
Mulai dari persolan keislaman yang dipertentangkan yang sudah jelas bahwa Agama Islam mendahulukan kemanusiaan diatas keberagaman.

Sampai dengan aspek kesehatan dan sosial. Salah satu langkah sederhana yang bisa kita ambil untuk menolong semua nyawa manusia di dunia ini yakni dengan menerapkan Sosial distancing. Sosial distancing bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 di wilayah tertentu.

Selain itu, pembatasan sosial juga dilakukan dengan meminta masyarakat untuk mengurangi interaksi sosial dengan tetap tinggal di dalam rumah maupun pembatasan penggunaan transportasi publik. Meskipun sederhana tapi tidak sesederhana itu dalam menerapkannya. Siapa sangka bahwa ditengah-tengah arus pandemi COVID-19 ini yang mengharuskan seluruh masyarakat untuk tetap tinggal dalam rumah guna untuk memutus rantai penularan COVID-19 tersebut, tapi masyarakat justru malah resah, takut dan bimbang. Mau memilih untuk tetap tinggal berdiam diri dalam rumah tetapi kondisi perekonomian tidak memungkinkan, memilih keluar rumah justru malah meregang nyawa.

Masyarakat kelas atas mereka entang-enteng saja dengan hal tersebut. Ekonomi menjamin! perilaku hidup bersih dan sehat apalagi. Mereka akan lebih mudah menerapkan apalagi mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Misalnya saja masker, antiseptik dengan harga yang sangat melonjak tetap akan dibeli (karena kebutuhan) sedangkan, masyarakat kelas bawah akan lebih berpikir berkali lipat lagi. Jangankan untuk beli antiseptik, untuk makan saja susah. Harus memikirkan keadaan ekonomi juga, sekarang zamannya tidak punya uang tidak makan. Tidak kerja pun tidak makan.

Masyarakat kelas bawah, petani, buruh dan para pekerja yang terpaksa harus keluar rumah juga punya mimpi yang sama. Mau menyelamatkan jutaan jiwa di dunia ini hanya dengan rebahan dalam rumah tapi terkendala dari segi perekonomian.
Sekiranya untuk menyelamatkan jutaan orang didunia baik itu karena pandemi COVID-19 maupun kondisi yang lain harus dimulai dari kesadaran diri masing-masing. Saling bahu membahu, tolong-menolong satu sama lain. 1 RATAP, 1 TANGIS.

Saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan selain mengisolasi diri dirumah dengan keluarga bahkan Pemerintah juga sudah menghimbau untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, melarang kegiatan yang melibatkan banyak orang bahkan meminimalisir kegiatan diluar rumah dan itupun harus dalam keadaan terdesak.

Tahun ini Ujian Nasional (UN) ditiadakan untuk para siswa. Tapi bagaimana dengan nasib kami mahasiswa akhir yang sedang dalam tahap penyelesaian tugas akhir.

Sebagai mahasiswa semester akhir. Kami sangat merasakan dampak dari adanya COVID-19 ini. Sulit mengerjakan Skripsi akibat adanya pembatasan tatap muka dengan pembimbing. Sehingga dalam situasi sosial distancing mengharuskan untuk serba online. Mulai dari konsultasi secara online, seminar proposal secara online. Sementara akses jaringan di kampung halaman kurang baik.

Beberapa dari mereka, teman-teman yang sudah melakukan seminar proposal secara online, respon mereka hal tersebut sangat ribet dan kurang efektif juga setelah melewati seminar proposal terkendala pada proses penelitian.
Maka dampaknya akan terjadi kemunduran dan keterlambatan kelulusan tanpa mampu dielakkan. Padahal sisa beberapa bulan lagi menuju semester baru dan kami harus membayar SPP sementara proses penyusunan skripsi belum selesai. Beasiswa juga akan berakhir di semester ini. Pembayaran UKT menjadi masalah lain yang harus dihadapi, sementara kondisi perekonomian keluarga tidak lagi aktif bekerja.

Kontributor:

Liza Rasyid
Mahasiswi FKIP UNSULBAR
Periode 2016

Kamis, 26 Maret 2020

Manusia Dan Sakit

Para dokter mempercayai bahwa manusia tidak sakit. jika dia sakit, itu diakibatkan oleh ketidak seimbangan jiwa manusia.

lain halnya dengan kerusakan fisiologis atau organ dalam tubuh manusia.
secara komlpleks tubuh manusia dilengkapi dengan berbagai imunitas atau sebuah pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen atau seperti mikro organisme asing, parasit, bakteri, virus sampai infeksi.

ilmu anatomi ini secara gamblang memperingatkan manusia dari berbagai kasus yang sering ditangani oleh para dokter, yakni penyakit yang kebanyakan bersumber dari asupan yang berlebihan.

ibarat sebuah motor, mesinnya menggunakan takaran 1 liter oli. namun jika di isi dengan 2 hingga 3 liter oli mesin tetap berfungsi namun mengalami kebocoran pada packing dan oli menetes kesegala cela.
begitupun dengan manusia, tubuh memiliki sebuah sistem yang disebut sebagai mesin katalis yang dapat mengurai berbagai nutrisi, seperti vitami, asam lemak, asam amino, mineral dan berbagai zat penting lain seperti gula lalu kemudian disuplai kedarah oleh jantung hingga melahirkan energi bagi kerja organ dan aktifitas manusia. seandainya asupan berlebih seperti gula yang jika dipompa dengan takaran yang seharusnya pas namun ternyata berlebih, dapat berakibat fatal dan mengganggu sensor tubuh manusia, bahkan merusaknya.

disorder dan ketidak seimbangan dalam jiwa manusia seperti lemah, sedih, marah, kebencian, ketakutan, kecewa, ragu, bimbang, gundah gulana dan berbagai penyakit psikologis yang mempengaruhi pola gerak dan prilaku manusia, dapat melemahkan imunitasnya hingga mengakibatkan virus yang masuk kedalam tubuh bereaksi secara optimal dan merusak berbagai organ vital, bahkan komplikasi.

Proses perjalanan kehidupan manusia ini cukup diabaikan oleh berbagai kalangan modern dan sains, karna dianggap sebagai kepercayaan ortodoks dan sangat jauh dari pandangan empiris. hal yang begitu fenomenal ini juga terjadi dan dibuktikan oleh manusia yang terpinggirkan seperti orang gila atau dianggap stres. mereka yang berjalan kesana kemari, tak pernah mandi dan bahkan mengais sampah sebagai sumber rejeki, itulah mereka yang seadanya yang mungkin tanpa ekspresi dan tak lagi membutuhkan keseimbangan jiwa.

Corona-19 yang saat ini marak menjadi trending topik bagi dunia mengungkap sejarah kelam serangan wabah terhadap umat manusia. sayangnya, kesemua pandemi tersebut terjadi ditengah-tengah peperangan, pemiskinan, kelaparan, perbudakan, hingga pembunuhan dan sumber berbagai ketakutan massal.
virus, mikro organisme dan yang semacamnya, bahkan yang juga disebut-sebut sebagai tentara kecil Tuhan telah lama berada diantara kita. namun, gejolak akut dalam ketidak stabilan jiwa, malah mendukung virus tersebut lebih cepat menyebar dan merusak organ manusia.

jiwa yang sehat seperti perasaan aman, nyaman, damai, selamat, adalah ciri yg dijanjikan kaum agamawi melalui berbagai programnya seperti "banyak melakukan kebaikan", "larangan terhadap sesuatu yang berlebihan", dan bahkan membenarkan ancaman tentang "nasib suatu kaum yang takkan berubah jika bukan dia yang merubah keadaan yang ada pada dirinya", telah benar pada porosnya sebagai olah jiwa yang begitu efektif menurut berbagai pandangan psikolog terkemuka.

begitulah fitrah alami dan sistem anatomi bekerja, begitu jelasnya hingga menganjurkan obat bagi manusia yang sakit untuk melukakan proses degeneratif atau kembali kepada gaya hidup sehat yang sebenarnya.

Kontributor:

Megawati Arifin
Alumnus STIKES BINA BANGSA MAJENE

Rabu, 25 Maret 2020

Kamuflase Kepemimpinan

Sejarah banyak memaparkan sebuah transformasi kepemimpinan yang tak lekang akan pengebirian.

Moralitas kalangan atas yang begitu lemah senantiasa tergiur kepada potensi sekuler sebuah jaringan kekuasaan. hingga kerap, aturan selalu direnovasi demi upaya melegalitaskan kedinastian dan dominasi sebuah otoritas kepada ruang-ruang pembangunan, juga pemberdayaan.

Benturan kekuasaan antar berbagai Ras dan Budaya, memungkinkan lahirnya harapan baru dalam upaya menemukan bentuk kepemimpinan yang layak terhadap segenap lapisan sosial & keutuhan bersama.

Kesadaran pasif, membutuhkan rasa sakit sebagai pionir arus balik. Kepemimpinan yang tak cukup matang memerlukan tamparan pertentangan sebagai metode dan dinamika yg harus membawanya berkontemplasi kepada arah implementasi berbagai harapan yang dahulu ia teguk sebagai janji kesetiaannya terhadap rakyat. namun, Adikuasa yang tak sadar atas fungsi & perannya ini, mungkin merindukan pelengseran atas kursi kekuasaannya.

Begitulah syarat kepemimpinan harus bermain. jika psikologi ego masih saja mencuat diatas wilayah kuasa yg tak segan mereka permainkan, maka sambutlah salam hangat dari gelombang kesadaran dan reaksi kritis generasi pembaharu.

Kontributor:

Arya Sigit. M
Sekretaris LSM
Salogang Institute

Senin, 23 Maret 2020

Moral gotong royong yang perlu kita tanamkan didalam garis perjuangan kita demi tercapainya sebuah cita-cita organisasi yaitu, Memerdekakan bangsa Indonesian dari segala bentuk penindasan.

Menjayakan Gerakan mahasiswa nasional Indonesi (GMNI) dan Memenagkan kaum marhaen dari kemiskinan, demi keselamatan dan kebahagiaan seluruh masyarakat Indonesia.

Mudah-mudahan dengan DIESNATALIS Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GmnI) yang ke-66 ini, akan menghasilkan sesuatu yang indah dan ajaib yang akan mengalahkan segala sesuatu yang tidak manusiawi, Menentang kolonialisme dan menganjurkan hidup berdampingan secara damai, serta tercapainya kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia.

Kontributor:

Bung Misbahuddin
Wakabid Ideologi dan Organisasi
Komisariat FISIPOL
GMNI Majene
Dirgahayu Gerakanku GMNI.
Korps Pejuang Pemikir - Pemikir Pejuang.

Semoga Marwah Gerakan kembali pada rel perjuangan marhaenisme yang sejati. Sesuai dengan apa yang kita cita-citakan bersama yakni, bagaimana kita bisa mewujudkan suatu tatanan masyarakat dalam segala hal untuk menyelamatkan kaum marhaen.

"Berpikir dan berpikirlah" sesuai apa yang sering dikatakan oleh Bung Karno. Jangan dogmatis, harus rela melepaskan apa yang tidak sesuai lagi. Setiap manusia harus berjalan dalam cahayanya sendiri, tidak bisa berjalan dalam cahaya orang lain.

"The spirit of Marhaenis Declaration"
Selamat HARLA para anak ideologis Bung Karno ke-66.
23 Maret 1954 - 23 Maret 2020

Merdeka...
GMNI jaya...
Marhaen menang...

Kontributor:

Sarinah Liza
Ketua Komisariat FKIP Unsulbar
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
GMNI Majene

Jumat, 20 Maret 2020

Pandemi Ditengah Nasib Omnibus Law

Di tengah maraknya bahaya Virus saat ini yang berjenis Covid-19 sangat menggegerkan masyarakat, bahkan mengakibatkan masyarakat merasa panik dan mengurangi aktivitas-aktivitas seperti biasanya. Hal ini didukung setelah WHO menetapkan virus ini masuk dalam kategori sebagai darurat bencana. lalu ditambah lagi setelah pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menghindari penyebaran virus corona seperti aktivitas sekolah dan perkuliahan yang dilakukakan secara online, Serta aktivitas social distancing.

Hal ini tentu saja meresahkan sebagian masyarakat, terutama mereka yang tidak terbiasa menggunakan tekhnologi dalam bekerja dan akses jaringan yang tak dapat dipastikan terkoneksi dengan baik. maraknya perbincangan ini membumi digenap lapisan indonesia hingga menyita perhatian dan aktivitas baik dari kalangan akademisi, pemerintah bahkan masyarakat pada umumnya. Sehingga isu negara yang baru-baru ini juga banyak meresahkan masyarakat kaum buruh dan akademisi yakni Rancangan UU Cipta Kerja Omnibus Law, yang dimana saat ini dengan cepatnya lenyap pada peredaran perbincangan bahkan seakan dilupakan begitu saja.

Penolakan keras Terhadap Rancangan tersebut terjadi sebelum disahkan oleh badan parlemen sebelum diterapkan di Indonesia. Karena dalam rancangan UU ini salah satu isinya hanya menguntungkan pihak investor asing sedangkan masyarakat atau buruh sebagai objek yang akan dirugikan. Dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 2 berbunyi: Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. namun kenyataannya berbanding terbalik, sejak diterbitkannya rancangan tersebut.

Meski dampak Corona begitu meresahkan, namun tidak berarti secara pasif meredam tunturan Omnibus Law. Maraknya Virus Corona ini, memicu banyaknya penyebaran haox tentu dalam hal ini, masyarakat justru semakin panik dan merasa ketakutan atas kondisi yang terjadi hingga hal-hal urgen yang lain pun semakin dilupakan. Mahasiswa dan Buruh dalam berbagai wilayah takkan diam terhadap penghisapan Manusia atas manusia dan akan kembali melakukan tuntutan terhadap rancangan kontradiktif UU Omnibus Law tersebut setelah kondisi kembali kondusif.

Kontributor:

Budi
Sekretaris Cabang Periode 2018-2020
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
GMNI Majene

Republik Telah Usang

Senasib-sepenanggungan, disitulah kita pernah berdiri. Hampir genap 75 tahun, perjalanan bangsa, sekat sosial kini semakin pecah dan menuai tanya "Benarkah kita masih merdeka?".

Gotong royong telah selesai sejak manusia indonesia telah merasa merdeka dan nyaman berada dinegri dengan sumberdaya melimpah tanpa kolonialisasi, lantas tak sadar bahwa hari demi hari Pecah-kongsi terus tertata rapi dalam berbagai jilid. transformasi kepemimpinan menyulut berbagai Koalisi yang semakin marak dalam menciptakan benturan-benturan kepentingan hingga dapat membuat siapa saja yang telah menduduki kursi kepemimpinan menitip visi konyol dimata akademisi. Pertarungan kekuasaan yang sering dianggap lumrah semakin menyatakan diri dengan berbagai kebijakan yang juga mengokohkan kursinya dengan andil kesejahteraan. akhir keterpurukan selalu memperlihatkan gejala dari distorsi kebenaran, sebagai landasan baru bagi tiap pemerhati, namun celakanya ia tak nampak disetiap mata yang doyan mengebiri kemanusiaan dan menghidupkan ekspansi kekuasaan.

Orde Baru sudah usai dan Perang dingin pun telah berlalu, namun melahirkan semangat dan optimisme kekuatan kapital dari negara adidaya kepenjuru sumber daya bangsa.
segelitir pihak turut serta memalingkan sejarah demi perlakuan merata, lalu bertindak sesuka ria atas nama budaya dan masa depan kesukuannya.
Akses telah terbuka lebar bagi infestasi dan kemajuan, pertarungan politik & ekspansi kekuatan menjadi ancaman ketika mereka berlomba menciptakan Mesin Pembunuh Massal sekelas Nuklir dan Wabah Pandemi demi Dominasi terhadap dunia

"belumkah tiba masanya, kita kembali dalam keeratan yang beragam?"
Republik yang terbilang usang menemui kilas baliknya. ditengah Rencana isolasi, LockDown dan kemungkinan terburuknya yaitu krisis pangan demi hidup ditengah social Distancing ialah suatu jalan dan harapan melatih bangsa. Dari hubungan senasib-sependeritaan menuju gotong-royong ke puncak pembaharuan Jati diri Indonesia.

Kontributor:

Cakra Suprianto NK
Pembina
Ikatan Keluarga Mahasiswa Massenrempulu
IKMM Majene

Rabu, 18 Maret 2020

Hiruk-pikuk 2019-NCoV

Penyakit yang biasa disebut virus corona ini, membuat sebagian besar masyarakat khawatir dengan informasi yang beredar, bahwa penyebarannya begitu cepat merambat kesegala penjuru dunia. rasa kekhawatiran ini menjadi suatu ketakutan massal bagi masyarakat indonesia setelah keluarnya kebijakan atau instruksi yang di sampaikan pak Presiden untuk Meliburkan Aktifitas pendidikan di disekolah dan perguruan tinggi diberbagai wilayah.

hal ini cukup menambah keyakinan bahayanya virus corona di masyarakat, sehingga tidak hanya berakibat pada liburnya aktivitas pendidikan formal di sekolah dan di perguruan tinggi tetapi juga pada aktivitas lain, seperti halnya pasar, tempat kerja, tempat wisata dan diberbagai tempat, untuk menghidari kerumunan orang banyak.

Hiruk-pikuk virus corona ini banyak diperbincangkan di berbagai kalangan dan sudut pandang, yakni diantaranya adalah analisis dari golongan mahasiswa dengan asumsi bahwah ini adalah sebuah konspirasi perang biologis antar negara internasional, dimana ketika perang senjata tak lagi ampuh, maka senjata biologis (corona) pun jadi. pada perspektif lain yang secara nasional menilai bahwah Liburnya aktivitas pendidikan disekolah dan di kampus Selama 2 minggu itu hanyalah ajang Uji coba sistem pendidikan Modern yang ber status online (meskipun dengan dalih covid 19) Dengan rencana yang sangat matang Kemendikbud (nadiem) Sudah menyiapkan Website khusus sebagai Ruang pembelajaran berstatus online, selain itu dengan ada nya sistem Online yang akan di Terapkan ini dapat meningkatkan pendapatan Negara.

Sebagaiman Isu dan berita Hoax yang telah berkembang, hal ini memupuk lebih banyak keprihatinan, mulai dari Penggelapan Masker, disusul dengan kelangkaan alkohol, sabun dan bahan yang mengandung antiseptik yang diduga merupakan penangkal utama sebagai pembunuh virus tersebut.
Pemerintah dalam kebijakannya menyiapkan beberapa tahapan dalam penanganan Wabah ini. Setelah suatu Wilayah diindikasi terinfeksi virus tersebut maka dalam target tertentu wilayah tersebut berada pada status KLB (kejadian luar biasa) dan pemantauan peningkatan ini akan naik pada Tahap Lock Down atau penguncian berbagai akses sebagai pencegahan terakhir.

Kebijaksanaan sangat diperlukan dalam situasi ini agar tidak memperkeruh situasi yang telah ada. Maka, sangat penting bagi kita semua untuk berfikir dan Berhati jernih dalam mencegah dan merubah pola tindakan kita sebagaimana instruksi dan kebijakan pemerintah mulai dari menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh serta aktivitas ibadah dan doa sebagai langkah optimis melewati hiruk-pikuk 2019- NCoV.

Kontributor:


Wawan Gunawan
Ketua Komisariat AMIK
HMI Cabang Majene

Senin, 16 Maret 2020

PRESS RELEASE AKSI SOLIDARITAS MAHASISWA UNIVERSITAS COKROAMINOTO YOGYAKARTA

Assalamuaalaikuma Wr.Wb

Semoga Tuhan yang Maha Esa Memberikan Kita Kesehatan di segala Aktivitas Keseharian. Amin...!!!

Dalam Rangka Pencegahan Penularan Virus Corona (Jenis Virus Novel Corona Virus 2019) yang telah Menyebar di berbagai Titik daerah yang ada di seluruh Indonesia, Maka Gerakan Solidaritas Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta telah Melakukan Kegiatan "Gerakan Tanggap Hidup Sehat" dengan Seruan Kepada Seluruh Masyarakat Indonesia tanpa Terkecuali untuk menjaga Pola hidup Sehat dalam Menjalankan Aktifitas Keseharian.

Word Healh Organization (WHO) sebagai salah satu badan/koordinator Kesehatan di PBB Menyarankan dalam Melakukan Pencegahan Sebagai Berikut :

- Mencuci Tangan dengan Benar Minimal selama 20 detik Pada saat ingin Melakukan Segala Aktifitas seperti Bekerja,Makan DLL. agar menghindari segala Penularan melalui sentuhan Fisik terhadap Manusia, Barang, Hewan dan yang lainnya.

- menggunakan Masker dalam Melaksanakan aktifitas terutama pada saat Berkomunikasi (Prioritas Bagi yang dalam Keadaan batuk dan Pilek)
- Menjaga Daya Tahan Tubuh dengan Mengkonsumsi Makanan Sehat seperti Sayuran, Buah- Buahan dan Semua jenis makanan Yang ber Protein tinggi.

- Menahan Diri Bepergian Ke Luar Negeri terutama ke Negara yang Positif terjangkit Virus Corona.

- Menghindari kontak langsung dengan Hewan Yang berpotensi menularkan Corona Virus.


Seperti dalam Pepatah "Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati" Mungkin itulah hal yang paling Tepat untuk dilakukan Sekarang Sampai benar-benar Situasinya sudah memungkinkan.

Langkah Pencegahan ini Teramat Penting melihat bahwa Aktifitas Keseharian Hampir Mustahil Untuk menghindari Kontak langsung dengan manusia lainnya.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP) bahwa Kematian Akibat Virus Corona sebanyak 4.009 orang dari berbagai belahan Dunia, sedang di Indonesia menurut informasi ada sebanyak 93 Orang yang positif terjangkit Virus Corona, kasus yang pertama kali di Umumkan oleh Pemerintah Indonesia pada senin 2 Maret 2020.(Sumber Compas.Com)

Melihat fakta-Fakta yang terjadi Maka Dengannya itu Kami dari Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) dalam Mengantisipasi Penularan Virus Corona menyampaikan Kepada Seluruh Masyarakat terkuhusus yang ada di Yogyakata untuk tidak Takut Beraktivitas Namun sigap dan Melawannya dengan upaya Pencegahan, Serta Bergotong-Royong Memberikan Perhatian Kepada Kesehatan Tubuh.

Adapun kegiatan yang Kami Lakukan ini disebabkan Oleh Faktor Keadaan yang memunculkan Keresahan Sehingga Memantik Kepedulian Untuk Bergerak Bersama sebagai Anak Indonesia yang dibebankan Kewajiban Hukum dengan Maksud Saling Mengigatkan dan Bahu-Membahu dalam Menyelesaikan Persoalan Bangsa yang di Hadapi, Salah Satu Bentuk Kongkritnya Yakni dalam Bentuk tanggap Pencegahan Penularan Virus Corona yang telah diselenggarakan dengan sukses dan mendapat perhatian penuh dari masyarakat setempat.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa Melindungi Kita Sekalian dari Berbagai Macam Ancaman dalam bentuk apapun.

Amin ya Rabbal Alamin. Wassalamualikum Wr.Wb

Yogyakarta, 17 Maret 2020
Kontributor:

Abd. Muid
Korlap Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY)

Minggu, 15 Maret 2020

Tekhnologi & Candu

Kemajuan teknologi merambak jauh lebih cepat dari yang kita sadari. ketika beberapa orang sudah banyak melakukan Inovasi dengan banyak kemajuan, sebagian besar lainnya masih sibuk bermain Tiktok, dan eksis dalam berbagai Sub-sub Media Sosial, yang tiada habisnya dipertontonkan diberbagai elemen masyarakat.

Media Sosial merupakan sumber akses terbaik bagi perkembangan ekonomi, namun ketika kita membuka laptop, secara tak sadar kita menutup pintu komunakasi dengan dunia nyata.
penghidupan lingkungan sosial tak lagi diminati sejak setiap anak telah memiliki android ditangannya. membuatnya seolah hidup normal, namun anti sosial.
suatu dunia dimana manusia diperbudak oleh karyanya sendiri,
suatu dunia yang dipenuhi kepentingan Pribadi, pencitraan dan Promosi diri,
suatu dunia dimana semua tak lagi saling mengunjungi tuk menikmati perbincangan hangat, bertatapan dan memberikan perhatian yang nyata.

Lalu, secara tidak sadar mereka tergiring pada sebuah kebiasaan baru yang menyita banyak waktu tanpa hasil produktif, hingga harus memendam basic skill yang harusnya memunculkan berbagai entrepreneur shift yang layak bagi kebutuhan khalayak. Mampukah mereka menghadapi dunia nyata, saat digital menyita banyak usia ?
Inovasi tak lagi diperhatikan hingga ekonomi mulai menuntut skill dan Usaha. Media Sosial yang diyakini mampu dengan cepat Mengakses informasi diberbagai bidang justru mulai pincang ketika penggunanya belum menemukan sebagian besar manfaat didalamnya.

Media Internasional banyak merilis, hubungan antara peningkatan SDM bangsa dan perkembangan tehnologi pada zamannya.
namun tetap saja kesadaran begitu kecil dan tidak merata, hingga kebanyakan perseorangan lebih memilih Skip dan mengabaikan visi, bahwa generasi adalah penerus dan pemikul beban dalam bernegara.

Tehnologi selalu meraup banyak prestasi disegala lini, namun produktifitas dan kinerjanya, hanya terlihat asyik ditangan pemberdaya, ditengah-tengah kalangan yang tak berdaya.
saat sebagian begitu eksis dengan ceritanya. tak sadar, ternya kita hanya terjebak pada Perang Ekonomi negara Adidaya yang meraup banyak untung dari para penggunanya.
Lalu kita, hanya semakin menumpuk Pekerjaan Rumah yang semakin rumit dengan inovasi soft skill. Generasi baru terus dilahirkan, namun kita masih mewariskan ketakutan.

Ruang -ruang inovasi begitu penting bagi kemajuan sebuah bangsa. sebap, kecenderungan berkembang dapat mendominasi berbagai aktifitas, sehingga mengurangi berbagai tingkat kejahatan dan pelaku yang kerap pesimis terhadap kehidupan.

Siapa sangka, ditengah ancaman Pandemi Virus, MENDIKBUD (Nadiem Anwar Makarim) memanfaatkan sebuah resolusi baru selama 14 hari libur sekolah demi meminimalisir penyebaran COVID-19. Kemendikbud menyajikan sebuah aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android Rumah Belajar yang dapat diakses di belajar.kemdikbud.go.id. Beberapa fitur unggulan yang dapat diakses oleh peserta didik dan guru, di antaranya Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

Program tersebut bukan hanya mengisi pembelajaran semasa libur, namun juga efektif mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat dalam penggunaan android seperti media sosial, game dan situs-situs yang berbahaya bagi perkembangan moral generasi bangsa. Setelahnya, Peran Pendidik akan sangat dibutuhkan sebagai penguat jalannya peradaban.

Kontributor:

Riswan
Sekretaris Umum Periode 2019-2020
Technology Computer Study Club
TCSC Majene

Jumat, 13 Maret 2020

Optimisme Dibalik Pembangunan IKN & Investor Asing


Tajuk utama pembangunan IKN yg diumumkan Presiden RI pada akhir tahun 2019 lalu tidak lagi hanya sekedar wacana, namun telah menjadi babak baru tahap pembangunan negara Maju.

Beliau menegaskan  bahwa sumber pembangunan akan digelontorkan kurang lebih sekitar 466 Triliun yang bersumber dari 19% APBN yakni dari skema kerjasama pengelolaan aset di Ibu kota baru dan di jakarta , KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) serta Investasi langsung Swasta dan BUMN.
"Di Ibu Kota Baru, Kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, Inovasi terbaik dan Kearifan terbaik" disampaikan Presiden dalam mengundang seluruh investor asing diberbagai belahan dunia pada forum internasional Uni Emirat Arab 13 januari lalu.
Tak tanggung-tanggung beliau menggait beberapa tokoh berpengaruh reputasinya didunia internasional yang diantaranya adalah Putra mahkora Uni Emirat Arab sebagai ketua, Mantan Perdana Mentri Inggris Toni Blair dan masayoshi son pendiri SoftBank sebagai Dewan pengarah pembangunan IKN.

Nagara Rimba Nusantara yang disebut-sebut sebagai gambaran Ibu Kota baru ini bakal dijalankan dengan sebuah sistem peradaban, Kemajuan dan Kebesaran dengan ciri khas Indonesia.
Namun, pembangunan IKN ini menjadi Pr bagi sejumlah kalangan, khususnya pemuda indonesia sebagai penerus tunggal bangsa ini. Pengaruh serta kontemplasi pemerintah dan berbagai unsur kalangan birokrat terhadap kesiapan SDM bangsa kita menjadi tanda tanya besar.
dugaan ini begitu pelik dirasakan oleh sejumlah pemuda terkhusus Mahasiswa.

Namun, tanggapan dari Organisasi kemahasiswaan daerah diluar wilayah kalimantan, yang mana salah satunya adalah Technology Computer Study Club (TCSC), begitu optimis dalam merangkul Pembangunan IKN. Hal ini dirujuk dari pembuatan beberapa aplikasi yang digadang-gadang bakal menjadi hulu ledak inovasi bagi perkembangan kader dalam mengejar perkembangan tehnologi dunia. "kami berhenti dari hanya sekedar menasehati. determinasi yang begitu produktif bagi perkembangan ialah penyatuan visi secara eksplisit, sehingga membentuk sebuah tuntutan yang saling berketergantungan". menurut keterangan salah satu Badan Penasehat Organisasi tersebut.
Mereka menyadari bahwa diaatas lahan seluas 180.000 Ha, Ibu Kota baru akan menuntut persaingan SDM antara masyarakat dengan pihak asing ditengah Era industri 4.0, "maka kami harus ambil bagian, sebagai pewaris bangsa ini" pungkasnya pada Jum'at sore lalu.
Adm.

Tekhnologi & Candu

Kemajuan teknologi merambak jauh lebih cepat dari yang kita sadari. ketika beberapa orang sudah banyak melakukan Inovasi dengan banyak kemaj...