Layaknya pada kebijakan Sosial Distancing, Penutupun berbagai akses jalur baik antar daerah maupun negara dan bahkan penerapan Lockdown telah banyak diterapkan pemerintah setempat.
Kita lihat saja di negara China. setelah presentasi, peningkatan rakyatnya terpapar Corona terus mengalami peningkatan tiap harinya. langkah kebijakan yang diambil pemerintah China dengan menerapkan LockDown dan mengharuskan warganya untuk tetap tinggal dirumah, sehingga China tampak seperti halnya Negara Mati khususnya kota Wuhan.
Penyebaran virus ini bisa dibilang terhitung cepat, dalam jangka waktu beberapa bulan saja wabah ini mampu menginfeksi sekitar 593.656 kasus, 132.526 sembuh, dan 27.215 meninggal dunia (Data ini diunggah di Kompas.com tertanggal 28 maret 2020). Sehingga, memicu kekhawatiran negara atas pandemi virus corona ini.
Penyebaran virus ini dapat mempengaruhi psikologis dan interaksi sosial manusia. Pendidikan, prekonomian dan aspek-aspek lainya terus mendapat keresahan dan kebimbangan dari masyarakat. Ditengah pandemi ini aktivitas seperti pekerjaan, pendidikan banyak diterapkan dengan menggunakan media sosial, itulah jalan terbaik. Justru, Urgensi peran media sosial ditengah pendemik ini telah diterapkan secara legalitas pada sektor pendidikan. pemakaiannya pun semakin meningkat dan bahkan begitu dipaksakan dalam penggunaannya. Contohnya saja perkuliahan dan rapat pertemuan yang di laksanakan secara online.
Peranan ini memungkinkan adanya inovasi dan kreativitas baru dari produk software, fitur-fitur serta aplikasi yang dikembangkan menjadi pengatahuan baru, bagi sebagian kalangan. seperti kata Karl Max "kondisilah yang mempengaruhi Kesadaran", pada akhirnya dapat menyebara luas.
Pemakaian aplikasi yang cukup diminati salahsatunya ialah aplikasi Zoom. sebagai media yang digunakan dalam berbagai rapat dan pembelajaran, aplikasi ini juga mendominasi peran teknologi di era modernisasi yang tidak dapat terelakkan lagi. Perkembangan suatu Negara dinilai dari keikut sertaan masyarakatnya dalam disiplin tehnologi dan sains sebagai arus globalisasi yang membawanya pada tahap negara-negara maju seperti halnya di Eropa.
Namun, yang menjadi tantangan selanjutnya iyalah penyebaran hoax. Pandemi ditengah virus ini masih dianggap remeh dengan mempolitisasi dan mengkapitalisasi berbagai sumber keuntungan demi kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga menimbulkan berbagai kepanikan dan bahkan melakukan hal-hal yang tidak rasional atas penyebaran hoax terutama mereka yang tidak mampu menggunakan media sosial sebagai alat yang dapat menunjang kebutuhan hidup. Diciptakannya media sosial ini tidak lain sebagai alat untuk dapat mempermudah kebutuhan manusia, bukan malah menjerumuskannya kedalam candu yang konotatifnya negatif. Kondisi sekarang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bijak dalam menggunakan media sosial, saring sebelum sharing informasi dan stop menyebar informasi yang dapat membuat masyarakat panik, demi meredahnya situasi ditengah peperangan melawan Pandemi tersebut.
Kontributor:

Budi
Kader Technology Computer Study Club
TCSC Majene









