Kamis, 30 April 2020

Cacatan Tafsir Sosial Atas Covid-19 (sesi 1)

Kecenderungan subjektivitas melahirkan berbagai perspektif, menyisipkan porsi Ambiguitas atas Nalar dan empiris terhadap manusia yang satu dengan yang lainnya.

Segala yang Rasional dianggap benar, lantaran wacana yang hanya didengar tapi tak ditakar dengan apa yang harusnya dibutuhkan, apa yang harusnya diperlukan.



Malam ini (30/4/20), kajian akademisi menelisik salah satu dasar terbentuknya Tafsir Sosial. Teks begitu eksklusif dan dipersempit dengan pemahaman dogmatis oleh sekat-sekat dan kelompok, Para pengkritik menafsirkan tidak secara universal dan objektif, demikian landasan penting direktur Logos Politika (Maenunis Amin) dan peserta dialog mengurai berbagai ketegangan ekonomi, politik, Birokrasi dan Sosio-Kultur dalam Penanganan Pandemi di Sulawesi Barat.

Untuk mengerti mana yang pantas dan tidak untuk hidupmu ya Kamu sendiri. Jangan didikte secara rasional tanpa relevansi atas diri dan budaya, sebab keberagaman Kultur juga menagih kebijaksanaan terhadap sikap Pluralisme bangsa.

Mari meredam kesimpang siuran atas Keterkaitan antar teks dan kontekstual dalam menafsirkan sosial melalui pandangan linguistik dan hermeneutika.
Adm.

Kamis, 16 April 2020

Puasa Dalam Intrik Kehidupan

Lahirnya agama tidak semudah membuat forum secara legal, namun juga melibatkan peperangan, pengucilan sosial dan pertaruhan gagasan secara kompleks dalam mengatur kehidupan, hubungan, dan prilaku manusia dan semesta. Secara harfiah, landasan murni dalam beragama selalu mengajarkan kebaikan dan kemanusiaan, mengungkap banyak Jati diri dan Fitrah setiap mahluk-Nya.

Agama dalam prosesnya menempuh berbagai syarat dan hukum dalam beragama, kesamaan diantaranya ialah proses Berpuasa sebagaimana agama Islam, namun memiliki nama lain pada ajaran agama lainnya. seperti Uposatha dalam budha, berpantang/puasa oleh katolik, hindu dengan Upawasa, tilem & Purnama, yahudi dengan Ta'anit, Esther & Gedhalia, Puasa Rohani & Jasmani dari Konghucu dsb.

Dalam hal ini, setiap agama menuntut syarat berpuasa kepada penganutnya, diantara kesamaanya yakni menahan berbagai keinginan & prilaku kejahatan dalam diri, mengindar dari berbagai hal yang disukainya dan menahan berbagai aktifitas keseharian yang dianggap sebagai tahap Penyucian diri dan kesemuanya dibarengi dengan menjaga rasa Lapar dan Dahaga dengan waktu tertentu yang disyaratkan atas agamanya masing-masing.

Mengkonsumsi sesuatu yang menghasilkan energi ialah syarat Kehidupan mahluk dan kehidupan ialah simbol Keberadaan. lantas mengapa TUHAN memilih Lapar termasuk dalam proses Religiositas dan ketetapan hukum terhadap kalangan mayoritas sosial?

Secara Fisiologis puasa juga dipergunakan dalam disiplin ilmu kedokteran sebagai media pengobatan. Metode ini efektif dijalankan pasien saat hendak melakukan sebuah Oprasi/bedah terhadap tubuhnya. Fakta ilmiah tersebut mengungkap sebuah prinsip penting dalam anatomi manusia bahwa manusia dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan stamina melalui kerja Haematopoietica yang menghasilkan Sel darah putih sebagai ketahanan tubuh yang berproduksi secara sempurna jika dalam keadaan berpuasa. Lalu sebaliknya, asupan berlebih memberi banyak energi dan sumber makanan bahkan terhadap firus sekalipun untuk berkembang & melakukan Inveksi terhadap luka/organ tertentu.

Islam sendiri dalam tingkatan prosesnya memberlakukan puasa sebagai sarana Pelatihan dalam menggapai kesempurnaan akhlak, menyita berbagai proses kepekaan sosial dimana seseorang lebih mudah terharu dan jeli terhadap penderitaan kalangan kecil hingga menuntunnya untuk saling berbagi. Namun maknanya tergeser sejak proses kebudayaan yang tak dilandasi oleh pengatahuan mendominasi kalangan berada. disamping memperbanyak kegiatan ibadah, Puasa yang seharusnya dijalankan sebulan penuh, kini disekat pada batas antara sahur (subuh) hingga berbuka (magrib) dan selebihnya hanya membatasi prilaku saja. ketentuan ini tak lain hanyalah sebuah pola menggeser waktu Makan disiang hari. kebiasaan berfoya-foya tuk memuaskan nafsunya setelah seharian lapar telah memberi dampak besar terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, hal tersebut nampak jelas pada peningkatan harga sembako dan kebutuhan pangan ditempat perbelanjaan pada permulaan puasa hingga menjelang hari Raya. Permintaan yang banyak dapat mengurangi ketersediaan produksi yang secara otomatis membuat peningkatan harga yang terus merangkak hingga memberi derita terhadap kalangan miskin.

Kelahiran dan Kematian merupakan keharusan yang tak dapat ditawar, namun agama memberi dua pilihan yang membawa manusia pada jalan kehancuran dan keselamatan. Saat Jasad dipaksa & ditindas sebagaimana ketika lemahnya tubuh saat puasa, membuat rohani bangkit menuju kecerdasan & kesadaran spiritualnya, namun ketika jasad dimanja oleh pemenuhan berbagai keinginan dan nafsunya, dapat menghadirkan berbagai kenyamanan tertentu hingga rohaninya pun ikut pulas atas kenikmatan itu, lalu semua terasa seolah-olah menjadi aman-aman saja.

Kontrol TUHAN dalam agama telah meyakinkan hambanya tentang Fitrah yang berlaku sejak awal penciptaan-Nya. Kecenderungan buruk dan kelemahan yang diemban manusia mengharuskan ia sadar, belajar dan mengikuti proses atas agama yang diturunkan-Nya. Ibadah semestinya dapat melatih Jiwa, mental, serta fisik dalam sebuah seleksi selama berada di dunia dan semesta menuju dua tempat terakhir di Akhirat, sebab setiap agama pasti selalu menyerukan soal kebaikan. jika semua manusia tau kapan ia akan mati, dia takkan berhenti melakukan kebaikan hingga dunia akan terus berada pada kontrol yang dinamis.

Kontributor:

Muh. Faqih
Ketua Al-Ma'wa Pustaka

KAUM MARHAEN DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Setelah pandemi corona menyebar keseluruh penjuru dunia dan masuk kewilayah negara Indonesia, ini memberi derita bagi setiap warga negara, khususnya kaum marhaen atau biasa kita kenal masyarakat miskin kota. Setelah media memberitakan bahwa wabah corona atau covid-19 menyerang salah satu wilayah tepatnya di wuhan-china, wabah ini menyebar dengan cepat ke wilayah lain sampai ke negara-negara besar di dunia termasuk indonesia, kita tidak pernah berfikir bahwa wabah covid-19 begitu cepat masuk ke indonesia, namun sejarah dan fakta hari ini membuktikan betapa berbahanya wabah tersebut, kita dapat melihat di setiap negara yang terkena wabah tersebut telah menyususun kebijakan dalam penanganan covid-19, namun kebijakan yang banyak diterapkan di berbagai negara adalah kebijakan lockdown dan memblokir atau menutup jalur perhubunghan antar negara. hal ini juga menimbulkan malapetaka bagi sektor perdagangan internasional khusunya di bidang ekonomi. Kegiatan perdaagangan ekspor-impor terhalang dan terhenti total akibat penutupan negara dalam sektor perdagangan akibat banyaknya negara yang di rugikan wabah ini, termasuk sektor industri, Penutupan pabrik-pabrik berskala besar dan PHK massal terhadap buruh dikarenakan perusahaan tidak mendapat keuntungan dari produksi karena penutupan sektor perdagangan antara negara.

Melihat kondisi indonesia yang memprihatinkan, munculnya wabah covid-19 menimbulkan berbagai keresahan hampir di seluruh segi kehidupan manusia. Kebijakan pemerintah indonesia dengan memberlakukan masyarakat agar tetap tinggal di rumah dan melakukan pekerjaan di rumah adalah tangisan dari kaum marhaen indonesia pada umumnya. bagaimana tidak, kita melihat kaum marhaen menggantungkan hidupnya dengan bekerja sehari-hari demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, ditambah lagi dengan urusan penghasilan dan kebutuhan ekonomi lain yang juga tidak sejalan atas kebijakan Stay at home dan Lockdown. Kebijakan ini diterapkan hanya menguntungkan bagi pekerja birokrat saja walaupun mereka bekerja dirumah, masih mendapatakan gaji dari pemerintah. namun nasib marhaen berbeda dengan mereka karena bagi kaum marhaen jika tidak dapat beraktifitas di luar rumah maka mereka tidak akan mendapatkan penghasilan apapun dan membiarkan kelaparan begitu saja akan melanda mereka.

Menurut badan pusat statistik (BPS) terdapat 70,8% pekerja indonesia informal. Data ini menjelaskan bahwa beberapa pekerja indonesia tidak memiliki usaha tetap atau memiliki bangunan tetap seperti pedagang keliling, Pedagang kaki lima, tukang becak dan buruh. menurut data BPS bahwa pada tahun 2015 sekitar 37% penduduk miskin di indonesia tidak memiliki pekerjaan tetap, selain itu 47% hanya bekerja pada sektor informal seperti wiraswasta, buruh lepas ataupun pekerja bebas. kebijakan mengenai lockdown mengakibatakan pekerja informal atau kaum marhaen indonesia terancam kebutuhan ekonominya. Pedagang keliling sudah tidak berjualan lagi, pedagang kaki lima harus menutup warungnya, buruh sudah tidak mendapat pekerjaan lagi, sehingga mengakibatkan kemiskinan kepada mereka yang hanya mengadu nasib kepada pekerjaan lepas. Bukan persolan covid 19 yang akan mewabah namun persoalan kemiskinan dan kelaparan yang semakin mengancam. Kebijakan pemerintah menimbulkan dampak yang besar bagi rakyat indonesia sendiri walaupun pemerintah telah menyiapkan anggaran bagi rakyat indonesia, namun persoalan penyaluran dari anggaran tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama dan penanganannya tak dapat mengejar perluasan kelaparan dalam skala besar yang juga meningkat secara signifikan.

Pemerintah seharusnya memperhatikan kondisi rakyat terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kebijakan mengenai lockdown, karena dampak yang demikan akan terjadi dan akan lebih merasahkan masyarakat banyak. Ketika pemerintah mengkaji mengenai dampak dari kebijakan tersebut seharusnya pemerintah memilih alternatif kebijakan yang lebih efektif dan efisien agar setiap kebijakan yang diterapkan pemerintah mampu menjamin kehidupan kaum marhaen baik dari segi kesehatan, ekonomi sosial dan budaya.

Kontributor:

Agung Prasetyo
Ketua Komisariat DPK Fapertahut
Periode 2018-2019
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
GMNI Majene

Minggu, 12 April 2020

Turut Prihatin, Mahasiswa Majene Gelar Diskusi Online Penanganan Pandemi

Sejak meningkat drastisnya kasus Wabah Pandemi dihampir seluruh belahan bumi, indonesia turut menjadi sasaran terpicunya Sosial Disruption diberbagai aspek realita maupun dunia maya.
Hal ini terasa semakin berat sejak sebagian orang harus menerima Stigma negatif dari sebagian masyarakat yang lain.



Kegiatan kolektif ini diinisiasi oleh TCSC, HMI, GMNI, Serambi Wacana dan dihadiri oleh kelompok pemuda dan beberapa organisasi lokal lainnya. Dalam diskusi online tersebut pemateri yaitu Muh. Risal, S.E yang juga selaku Ketua DPD KNPI Majene, menyampaikan berbagai dampak serius atas berbagai aspek yang akan dihadapi jika Lock Down diterapkan, diantaranya ialah konflik massal, itu salah satu faktor yang juga memberatkan Gubernur Anies Rasyid Baswedan hingga ia hanya menerapkan PSBB di wilayahnya.

Diskusi yang bertema "Persuasifikasi Lock Down; Ancaman Ekonomi dan Sosial Chaos" membongkar berbagai permasalahan serius yang terjadi ditengah masyarakat sejak pandemi memaksa siapapun untuk mengisolasi diri dari dunia luar. Kegiatan yang dilaksanakan pada sabtu, (11/4/2020) ini juga menguak berbagai persoalan yang dihadapi oleh Tenaga Medis menghadapi pasien dan lingkungannya.

Beban yang mereka jalani mulai dari jadwal kerja lebih antara 10-15 jam dengan balutan perangkat APD tanpa makan, buang air dsb, membuatnya harus berpuasa dan dikabarkan diantaranya terpaksa memakai pempers selama bekerja. selain itu mereka mesti dikarantina selama 14 hari stelah masa tugas selesai. Selain mempertaruhkan nyawa, para medis cenderung mendapatkan tekanan psikis yang luar biasa dari masyarakat sekitar dan dunia maya skaligus. Dalam berbagai stigma, mereka diklaim sebagai sumber penyebaran tercepat virus corona dan dilarang pulang ke rumah dan kos/kontrakannya, bahkan beberapa kampung terlibat melakukan penolakan terhadap jenazah yang terjangkit Virus tersebut dan yang telah terkubur dibongkar paksa hingga jenazahnya dimakamkan di kompleks Rumah sakit. Keterbatasan APD cukup menggentarkan mereka apalagi setelah mendengar pengumuman Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahwa pada hari minggu, (5/4/2020), telah mencatat sebanyak 18 dokter telah meregang nyawa dalam penanganan Covid-19. Secara Psikis kagalauan ini begitu menakutkan bagi mereka yang berada di garda terdepan percepatan penanganan Covid-19. Andai mereka dapat memilih untuk tidak lagi mengobati, dapat dipastikan Indonesia akan melampaui AS, John Hopkins University melaporkan, sebanyak 2.108 orang meninggal dalam 24 jam terakhir hingga Jumat (10/4/2020) malam waktu setempat.

Para audiensi tak hanya mendengarkan materi, namun juga terlibat dalam dialog aktif sebagai tahapa resolusi yang diantaranya berupa saran agar membentuk Tim cyber penanganan berita hoax, atau paling tidak mereduksi berbagai wacana yang dapat menimbulkan reaksi terhadap tenaga medis, keluarga Korban, Pasien, dan jenazah skaligus.

Hal lain yang menjadi output diskusi ialah penggalangan bantuan dan pendampingan terhadap proses penyaluran bantuan secara cepat dan tepat. Selain itu, proses diskusi mengungkit perjalanan sejarah Psikologi moral masyarakat eropa yang cenderung apatis terhadap kemanusiaan. hal tersebut dirujuk dari beberapa referensi peperangan diwilayah eropa dan timur tengah, yang menegaskan bahwa karakter seorang dalam hal ini termasuk juga para tenaga medis selaku masyarakatnya, berpengaruh atas kematian terbesar yang terjadi di AS dan Italia. Indonesia dengan latar belakang gotong royong berdiri diatas persamaan senasib-sepenanggungan dan telah sejak dulu lahir dari rahim budaya dan keragaman moral. selama rakyat tetap turut serta dalam mendukung berbagai bentuk penanganan pandemi, maka basis dasar keutuhan tersebut memungkinkan Indonesia dapat meminimalisir Sosial Disruption akibat COrona VIrus Disease tahun 2019.
Adm.

Mengenang Peran Pemuda dibalik Gerakan Kemerdekan Nasional Indonesia

Mengutip perkataan bung karno 'beri aku seribu orang tua maka akan ku cabut akar gunung semeru tapi beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia.
Pemuda menurut bung karno adalah seorang yang memiliki potensi karena memang pemuda masih memiliki semngat yang membara-bara didalam dirinya. Jadi persoalan revolusi pemuda yang menjadi garda terdepan dan pemuda juga menjadi pelopor suatu gerakan perubahan.

dalam Sejarah indonesia yang begitu panjang, perjuangan Pra-Kemerdekaan tidak lepas dari peran pemuda. Perjuangan pemuda dilihat/ditandai dengan berdirinya Budi Utomo hasil insiatif perjuangan mahasiswa indonesia yang melanjutkan pendidikannya di belanda. dan pulang ke indonesia dengan membangkitkan gerakan-gerakan nasional didalam diri budi utomo.

Budi Utomo merangkul seluruh pemuda yang ada di jawa dan sumatera dan untuk berjuang untuk Kemerdekaan dari pemerintahan hindia belanda.
Pada tahun 1912 munculnya/terbentuknya organisasi Serekat Islam (SI) yang sebelumnya bernama Serekat Dagang Islam (SDI) yang depolopori oleh Samanhudi, namun seiring perkembangan waktu mereka mengalami perluasan fungsi dan anggota yang tadinya pedagang berkembang nenjadi seluruh rakyat islam. Dan berasas Nasionalis Islamis.

Perkembangan Serekat Islam sangat cepat hingga beberapa tahun kemudian berhasil membentuk cabang di seluruh pelosok jawa, dianataranya cabang surabaya, yogyakarta dll. Namun, seiring perkembangan serekat islam mengalami perbedaan Paham/Ideologi yang mulai nampak dalam tubuh organisasi tersebut. Ideologi itu ialah Komunisme dan Nasionlis Islamis. ideologi Kumunisme mulai secara terang-terangan dibawa oleh Samaun (ketua cabang SI surabaya) yang pada saat itu tak dapat membendung perpecahan. Ini dikarenakan serekat islam sangat terbuka, hingga hal yang dapat merusak organisasi serekat islam ini tidak dipertimbangkan dan akhirnya perpecahan itu makin jelas ketika serekat islam terpecah menjadi dua, yaitu serekat islam merah dan serekat islam putih.

Serekat Islam Merah yang dipimpin oleh Samaun, Darsono, dan Tan Malaka, di anggap serekat islam merah karena benih-benih munculnya partai komunis indonesia (PKI). Serekat islam merah juga berkembang menjadi serekat rakyat.
Perpecahan gerakan Nasional karena persoalan ideologi dan mereka berfikir bahwa semua ideologi dapat membawa indonesia menuju Kemerdekaan. jadi kenapa harus bertikai antara satu dengan yang lain. Atas hal ini respon bung karno melalui tulisannya berjudul "nasionalis, Agama, komunis, Yang biasa di sebut sebagai (NASAKOM).

Pada tanggal 4 juli 1927 Bung karno bersama 6 temannya yang berada di ASC (Algemen study club) mendirikan partai nasional indonesia sebagai solusi dan menyatukan beberapa ideologi yang besar dan betul bahwa PNI menjadi partai terbesar pada saat itu. Hal ini membuat pemerintahan hindia belanda merasa khawatir atas kehadiran partai ini. Apalagi slogan-slogan PNI yaitu 'Merdeka sekarang juga'. pada 24 Desember 1929 melayang berita surat panggilan penangkapan bung karno dan pada tanggal 29 desember 1929 bung karno di tahan bersama tokoh pendiri PNI lainnya sperti Gatot Mangkupraja dan Supriadinata. PNI di anggap membuat kerusuhan dengan menghasut rakyat dan menyebarkan ujaran kebencian terhadap pemerintah. Akibatnya PNI terbagi menjadi 2, yaitu PNI baru yang dipimpin oleh Sutan Sjahrir dan Muh. Hatta dan partindo yang dipimpin oleh Sartono.

Kasus pengadilan Bung Karno masih menjadi kontroversi baik dari orang-orang pemerintahan hindia belanda. pada saat pengadilan berlangsung, terjadi keributan didalam forum karena amarah masyarakat yang tak terbendung lagi. Hingga akhirnya bung karno di masukkan ke penjara suka miskin dan di asingkan ke ujung timur nusantara. Sejak saat itu banyak peristiwa yang terjadi hingga perang dunia ke-2 di asia-pasifik, Jepang berambisi untuk menguasai dunia dan berhasil menduduki asia pada saat itu dengan julukan 3A yaitu Nippon cahaya Asia, Nippon pelindung Asia, Nippon pemimpin Asia.

Jepang memanfaatkan pemuda pada saat itu dengan mendirikan bala tentara seperti PUTERA dan PETA sebagai alat untuk memabantu jepang dan imbalannya akan memberikan Kemerdekaan kepada Rakyat Indonesia. Pada tanggal 1 maret 1945 berdirinya BPUPKI dan diumumkan pada 29 april 1945 dengan Radjiman widyodiningrat sebagai ketuanya. Dan melakukan sidang pada tanggal 29 mei -2 juni dalam menyusun dasar negara indonesia, sehingga pada tanggal 1 juni 1945 Bung karno melakukan pidato dan dasar yang di kemukakan Bung karno yaitu pancasila dengan 5 dasarnya. Dan sampai hari ini tanggal 1 juni 1945 diperingati sebagai hari lahir pancasila. selanjutnya di bentuk panitia sembilan yang di ketuai oleh Soekarno hingga pada 22 juni 1945 di sepakati yang diberi nama piagam jakarta.

Pada tanggal 10-17 juli 1945, BPUPKI melakukan sidang yang ke-2 dan terjadi perdebatan antara kaum kebangsaan dengan kaum islam. Yaitu, mengenai redaksi "ketuhanan yang maha esa dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya". dan pada tanggal 11 juli 1945 peserta sidang sepakat bahwa piagam jakarta digunakan dalam mukkadimah UUD 1945. Sementara disisi lain, terjadi pergolakan senjata antara amerika dan jepang dengan sangat sengit dan diakhiri dengan bom atom yang di jatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 agustus 1945. sehingga kekaisaran jepang angkat senjata dan menyerah kepada sekutu.

Pada perjalanan Peran pemuda dalam perjuangan kemerdekaan indonesia, golongan tua begitu sering bertikai dengan golongan muda, contohnya dalam suatu pertemuan antara Bung karno bersama Moh. Hatta dan Radjiman widyodiningrat, Da lat di vietnam dalam pertemuannya dengan marsekal tarauchi atau biasa di juluki penakluk pasifik, yang ketika itu jepang menginginkan Kemerdekaan indonesia jatuh pada tanggal 24 agustus 1945.

Pada tanggal 17 agustus, sehari sebelumnya bung karno dan hatta diculik dan di bawa ke rengas dengklok. Ahmad subardjo sempat mengalami kebingungan pada saat mencari Bung karno, karena ternyata bung karno sudah tidak di kediamannya. sorang masyarakat setempat memberitahukan kepada Ahmad subardjo bahwa Bung karno di culik oleh golongan pemuda. Sehingga Ahmad subardjo pergi menemui Bung karno dan melakukan perjalanan untuk menemui laksamana Maeda di kediamannya di jl. Imam bonjol no 1 dan mulai menyusun teks proklamasi pada Pukul 02:00-04:00 dini hari. yang menyusun teks proklamasi ialah Sukarno, Muh hatta dan Ahmad subardjo dan yang mengetik teks proklamasi adalah syuti melik. Di pelataran rumah bung karno 17 agustus 1945 dikumndangkanlah proklamasi Kemerdekaan bangsa indonesia dan menjadi kebahagiaan tidak terkira bagi seluruh rakyat indonesia.

Perjuangan pemuda dalam memerdekakan bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata karena atas perjuangannyalah kita bisa merasakan udara kemerdekaan hingga hari ini.

Kontributor:

Agung Prasetyo
Ketua Komisariat DPK Fapertahut
Periode 2018-2019
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
GMNI Majene

Sabtu, 04 April 2020

Wajah Alam Dibalik Kisruh Pandemi

Sejak Pandemi menghentikan berbagai aktifitas secara total, Alampun mengambil waktu tuk beristirahat. Covid-19 memaksa setiap ras dan kepentingan mengkarantina diri dari kesibukan ekonomi secara global, hingga diberbagai kota metropolitan yang tak perna tidur, terisolasi dibuatnya.
tingkat polusi bumi menurun, hingga nampak diberbagai negara potret-potret binatang mengambil alih kota tersebut.

Pandemi meminimalisir aktifitas transportasi umum dan bisnis lokal, saat menginjak waktu 3 bulan, kualitas udara meningkat sekitar 21,5%. Dilansir oleh NASA & European Space dari luar bumi, bahwa penurunan nitrogen dioksida dan emisi CO2 membuat polusi udara berkurang setidaknya 25-50 % diberbagai wilayah negara adidaya dan negara maju. Merekalah penyumbang terbesar dan bertanggung jawab atas polusi didunia. Menurut WHO, polusi menyebapkan rantai penyakit dan kematian setidaknya 7 juta orang per tahun.
Begitupun pada aktifitas manusia diperairan, kanal dan laut dangkal. Batuan sedimen turun kedasar lalu meninggalkan kristal dipermukaan air dan meningkatkan aktifitas hewan didalamnya.

Stabilitas alam nampak dibalik rayuan maut wabah covid-19, dimana ia diklaim juga sebagai simbol peringatan terhadap keserakahan manusia.

kemajuan tehnologi yang mutakhir dan tak terkendali memberdayakan feodal dalam meraup untung serta eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam yang selanjutnya menciptakan ketidak seimbangan ekologis. hal ini cukup dirasakan dari timbulnya berbagai fenomena sebagai dampak krusial.

jika kesadaran dieksplore secara luas, mestinya pandemi dapat meningkatkan kerjasama Kolektif-global sebagai suatu jaringan dan relasi penanganan wabah dan keberlanjutan alam manusia. inilah tuntutan aktual dan fundamental bagi keberlangsungan kehidupan dan kemanusiaan.

Namun ketika kondisi mulai normal, polusi kembali menjadi salah satu sumber penyebap kerusakan dibumi. Maka setelah wabah ini berakhir, apakah kita masih bisa menjaga gaya hidup kita menjadi lebih baik?
keberlangsungan alam dan manusia berada ditiap kesadaran kita masing-masing.

Kontributor:

Masrur Darwis
Kord. Divisi Teknologi & Informasi
KOMPAS Mapiah Majene

Tekhnologi & Candu

Kemajuan teknologi merambak jauh lebih cepat dari yang kita sadari. ketika beberapa orang sudah banyak melakukan Inovasi dengan banyak kemaj...